Thursday - February 19th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Panen Udang Cerah, Warga Cibalong Gelap Gulita
Post Info Thursday, February 19th, 2009 13:46 by agroindonesia Print Print this page

Garut– Dibalik semarak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan memanen puluhan ton udang vanamae pada instalasi BPBILAPU (Balai Pengembangan Benih Ikan Laut dan Payau) Cibalong Garut, namun ribuan warga setempat berkondisi gelap gulita.Keluhan masyarakat tiga desa yang tidak sempat dikemukakan kepada Gubernur itu, diungkapkan Camat setempat Dikdik. AR kepada ANTARA pasca pelaksanaan panen udang di Kampung Baleungbeung Desa Mekarsari, bersamaan Gubernur dan rombongan melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (19/2).
Dari 10 desa di wilayahnya masih terdapat 1.360 KK (Kepala Keluarga) atau sekitar 6.800 warga tiga desa sama-sekali belum teraliri penerangan listrik, terdiri seluruh 800 KK atau 4.000 warga desa Mekarmukti, 400 KK atau 1.600 warga desa Sagara dan 160 KK atau 800 warga Kampung Bongas Desa Simpang bernasib sama.
Warga setempat juga tidak sempat mengeluhkan harapannya kepada Gubernur, agar bisa membantu memecahkan longsoran batu tebing gunung Gadung, akibat terjadi bencana longsor sehingga sebanyak
65 KK atau ratusan warga hingga kini terpaksa masih melakukan pengungsian, katanya.
Sebelumnya Kepala Bidang Perikanan Diskanla Garut, Ir Tati Karyati mengemukakan, Kabupaten Garut memiliki potensi tambak udang seluas 1.000 ha, namun baru termanfaatkan 26,2 ha dikelola dua perusahaan swasta serta BPBIPALU Pangandaran.
Sedangkan total produksi udang vanamae selama 2008 lalu dari 26,2 ha tambak mencapai 209,6 ton dengan nilai jual rata-rata sebesar Rp 25 ribu/kg, sedangkan panen udang pada instalasi BPBIPALU Nopember 2008 lalu sekitar 40 ton, karena dari 12 ha areal pertambakannya juga belum sepenuhnya dimanfaatkan.
Sehingga diestimasikan dari 7 kolam tambak BPBIPALU yang akan dipanen Gubernur Ahmad Heryawan bisa memproduksi berkisar 60 – 70 ton udang vanamae, yang kini harganya bervariatif sesuai dengan grade-nya masing- masing atau berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 70 ribu/kg, katanya. (antara)

Leave a Reply