Medan– Harga jual crude palm oil (CPO) di dalam negeri terus menurun mengikuti harga di pasar internasional yang tertekan akibat harga minyak bumi yang turun.“Harga penawaran CPO terasuk PPN di Medan pada Kamis (19/2) misalnya sudah tinggal Rp6.803 per kg dari harga per tanggal 16 Februari yang masih Rp7.171 per kg. Penurunan harga dipengaruhi banyak faktor antara lain penurunan harga minyak bumi,” kata Sekretaris I Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumut, Timbas Prasad Ginting, di Medan, Jumat.
Harga CPO yang turun di pasar lokal itu, kata dia, mengikuti harga di pasar internasional yang juga terus tertekan.
Harga CPO di pasar bursa Rotterdam, pada tangal 19 Februari hanya sebesar 577,50 dolar AS per metrik ton (MT) untuk pengapalan Maret.
Bahkan untuk pengapalan April 2009 turun lagi menjadi 570 dolar AS per MT dan terus turun menjadi 565 dolar AS per MT untuk pengapalan Juni dan September.
“Untung nilai tukar dolar AS atas Rupiah masih menguat atau satu dolar AS sekitar Rp12.000, sehingga harga di petani tidak terlalu anjlok lagi,” katanya.
Eksekutf PT Asian Agri, Laksamana Adiyaksa, menyebutkan, penurunan harga minyak mentah, membuat negara importir mengurangi pembelian minyak nabati termasuk minyak sawit.
“Seperti yang sudah saya bilang sejak akhir 2008 lalu, harga ekspor CPO tahun ini diperkirakan tidak bisa pulih seperti harga tahun 2008 yang sempat diatas 1000 dolar AS per MT,” katanya.
Harga CPO, kata dia, paling tinggi berada pada kisaran 600 dolar AS per MT. “Penurunan harga itu dipicu juga oleh permintaan yang melemah akibat dampak krisis keuangan global yang terjadi sejak Oktober 2008,” kata Laksmana yang juga Bendahara di Gapki Sumut. (antara)
Saya masduki di Jambi. Saat ini saya ada permintaan cpo dari dari malaysia dalam jumlah banyak dan kontinu. Bila Bapak/Ibu berminat untuk menajlin kerja sama dalam pengadaan cpo tersebut silahkan call 081373212009 email : mlenuk03@yahoo.com