Monday, March 2nd, 2009 15:41 by
agroindonesia
Print this pagePenyakit tanaman kakao selama ini lebih banyak menyerang buah kakao yang dikenal Penggerek Buah Kakao (PBK). Namun, belakangan ini ditemukan hama baru yang menyerang daun kakao.Kasus serangan hama perusak daun kakao ini ditemukan di Kecamatan Labuhan Ratu dan Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Informasi yang diterima Direktorat Perlindungan Tanaman Perkebunan, Ditjen Perkebunan menyebutkan serangan hama ini telah meluas dengan intensitas serangan yang berat.
Menurut Direktur Perlindungan Tanaman Perkebunan, Herdradjat Natawidjaja, pada tingkat serangan berat, hama tersebut dapat menyebabkan hampir seluruhnya permukaan daun kakao berlubang sehingga akan menurunkan produksi buah kakao sampai 70%.
Identifikasi dilakukan Unit Pelaksana Tugas daerah (UPTD) Provinsi Lampung dan Klinik Tanaman Institut Pertanian Bogor menyebutkan terhadap daun kakao yang terserang hama perusak daun, diketahui hama yang menyerang adalah Ulat Kantong Pagoda (Pagodiella hekmeyeri). Ulat kantong pagoda termasuk kelompok Ordo: Lepidoptera, Famili: Psychidae, Superfamili: Tineoidea, Genus: Pagodiella.
Gejala yang ditimbulkan ulat kantong pagoda yaitu berupa lubang-lubang yang berbentuk bundar pada daun. Serangan berat akan mengakibatkan daun penuh dengan lubang-lubang dan pada daun tersebut akan banyak menempel ulat-ulat kantung.
Kerusakan pada daun ini akan menyebabkan penurunan proses fotosintesis dan akan menurunkan produksi tanaman. Tanaman inang ulat kantong pagoda selain kakao untuk komoditi perkebunan lainnya adalah kopi, lada dan teh.
Dia menyebutkan, upaya pengendalian yang dapat dilakukan melalui berbagai upaya yang direkomendasikan, yakni memotong dan memusnahkan ranting-ranting dan daun-daun yang mengandung ulat kantung.
Tindakan itu diperlukan untuk mencegah menetasnya telur-telur yang berada di dalam kantung imago betina dan penyebaran hama ke tanaman sehat di sekitarnya.
Selain itu, pengendalian cara alami antara lain Exorista quadrimaculata (Diptera: Tachinidae), Tricholyga psychidarum (Diptera: Tachinidae), Apanteles sp. (Hymenoptera: Braconidae), Sycanus dichotomus (Hemiptera: Reduviidae).
“Untuk mengoptimalkan peranan dari musuh alami ini salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari penggunaan insektisida kimiawi yang berspektrum luas,” katanya.
Menurut Herdradjat, insektisida kimia dapat digunakan jika serangan tinggi dan dilakukan pada saat ulat kantung masih kecil atau pada saat terjadi penetasan telur dan ulat kecil mulai keluar dari kantung imago betina.
Dia juga menyebutkan untuk mengetahui perkembangan hama di lapang, harus dilakukan pengamatan dan pemantauan yang intensif di daerah serangan dan daerah sekitarnya, guna mencegah penyebaran ke daerah dan komoditi lain serta memberikan fasilitasi upaya pengendalian hama tersebut. Jamalzen
kenapa keterangan untuk cara pengendalian hama pada daun kurang lengkap?padahal hama seperti ini banyak sekali menyerang pada kakao yang baru di tanam