Nama sawi mungkin sudah dikenal luas oleh masyarakat di negeri ini. Apalagi banyak makanan yang disajikan dengan campuran sawi, seperti mie ayam, nasi goreng, bakso dan sebagainya. Bisa dibilang, sebagian besar rakyat Indonesia sering mengkonsumsi sawi.

sawi cina tinggi peminat
Konsumsi sawi melalui campuran makanan bukanlah budaya masyarakat Indonesia saja. Masyarakat di negara Cina dan Jepang pun telah mengkonsumsi sayuran seperti sawi dalam makanannya. Salah satunya adalah kailan. Jenis sayuran yang mirip sawi ini sebelumnya cuma banyak dikonsumsi oleh warga keturunan Cina. Namun, kini dengan semakin menjamurkan restoran Cina dan Jepang di Indonesia bahkan tumbuh suburnya hotel-hotel yang menyajikan menu dengan sayuran kailan konsumsi kailan juga banyak dinikmati oleh masyarakat di negeri ini. Dan tahukah anda bahwa kailan selain merupakan sayuran yang cukup enak juga berkhasiat obat untuk terapi berbagai macam penyakit.
Kailan (Brassica Oleraceae Var achepala) termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, kailan memiliki prospek yang cukup menawan untuk dibudidayakan.
Sebagai sayuran untuk macam-macam masakan Cina dan Jepang, kailan juga bisa dikonsumsi mentah sebagai lalapan karena batangnya memiliki rasa agak manis dan empuk serta daunnya sangat enak dan legit di lidah.
Selain sebagai bahan sayuran yang mengandung zat gizi cukup lengkap, kailan sangat baik untuk kesehatan karena kaya vitamin A, kalsium dan zat besi. Penelitian menunjukkan 1 cangkir kailan mengandung kalsium, fosfor sekitar 3 kali lebih tinggi dibanding 1 cangkir susu.
Karena kandungan yang dimiliknya itu, sayuran ini juga memiliki fungsi lain di bidang kesehatan. Konon, kailan selain dapat dipergunakan sebagai bahan makanan dapat juga dipergunakan untuk pengobatan mencegah penyakit rabun ayam, memperbaiki dan memperlancar pencernaan makanan, mengobati prostat dan kandung kencing, memperkuat gigi, mencegah kanker paru-paru dan jenis kanker lainnya karena kailan banyak mengandung karotenoid atau senyawa anti kanker.
Mediterania Timur
Kepada Agro Indonesia di kantornya pekan lalu, pengajar Budidaya Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas brawijaya-Malang, Ir Sukindar,MS menyatakan, tanaman kailan berasal dari Mediterania Timur dan dipergunakan sebagai bahan baku makanan sejak 4000 tahun lalu.
Permintaan kailan di pasaran kini cenderung meningkat seiring dengan berkembangnya jumlah hotel dan restoran bertaraf internasional yang banyak menyajikan masakan seperti Cina, Jepang dan Eropa yang menggunakan bahan baku kailan. Karena itu, kailan layak dibudidayakan masyarakat di berbagai negara terutama di sentra sayuran dataran tinggi, mengingat kailan dapat tumbuh sepanjang tahun.
“Kailan berprospek cukup baik untuk dibudidayakan karena harganya cukup stabil dibandingkan sayuran lain seperti cabai atau tomat,” ujar Sukindar
Menurutnya, harga kailan di tingkat petani mencapai Rp 1000 hingga Rp 1.500 dan pada musim hujan sep[erti ini umumnya mengalami kenaikan Rp 500/kilo.Tetapi, jenis sayuran ini harganya hampir tidak pernah merosot karena pasarnya memang menjanjikan. Untuk 1 ha lahan dengan jarak tanam 40×40cm produksi kailan dapat mencapai 5-6 ton dengan asumsi 1 pohon mencapai 800 gr-1000 gram.
Dijelaskan, tanaman kailan termasuk tanaman semusim (berumur pendek) yang tingginya Cuma 80 cm. Sepintas kailan mirip sawi dan dapat tumbuh dengan baik pada suhu udara 15-25 derajat celcius dan daerah yang memiliki suhu udara ini berada pada ketinggian 300-1900 meter dpl.
Semakin tinggi letak suatu daerah dari permukaan laut akan menyebabkan kailan tidak dapat tumbuh dengan baik karena proses fotosintesis tanaman berjalan tidak sempurna. Sedangkan suhu udara yang sangat tinggi menyebabkan tanaman banyak kehilangan air akibat penguapan melampaui batas. Untuk daerah Malang, kailan dapat tumbuh dengan baik di sentra-sentra sayuran seperti Pujon, Junrejo dan Oro-oro Ombo.
“Penanaman kailan sebaiknya memperhatikan musim. Hal ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil panen. Penanaman yang tepat pada akhir musim hujan antara Maret-April,” papar Sukindar.
Menurutnya, tanaman kailan tahan terhadap hujan walaupun hasilnya tidak sebaik yang ditanam pada musim kemarau. Penanaman yang baik dilakukan pada pagi hari atau sore hari karena pada siang hari dapat menimbulkan kelayuan pada tanaman. Sebab, bibit yang baru ditanam akarnya belum dapat berfungsi dengan sempurna dalam penyerapan air tanah. Selain itu, belum adanya keseimbangan antara jumlah air yang dapat diserap oleh akar tanaman dalam proses transpirasi yang terjadi pada tanaman. Shanty
Ulat Tanah Jadi Musuh Nomor 1
Sebagai orang yang telah berkecimpung dalam budidaya kailan sejak tahun 1979, Sukindar telah memiliki banyak pengalaman dalam melakukan budidaya tanaman sayuran itu. Salah satu pengalaman yang didapat adalah soal hama yang menyerang tanaman tersebut dan cara-cara mengatasinya.
Menurutnya, hama yang biasa menyerang tanaman kailan diantaranya dari golongan seranggga , nematoda dan siput. Di antara hama yang cukup banyak menyerang tanaman kailan yakni ulat tanah (Agrotis ipsilon hufn). Ulat ini merupakan hama pemakan daun dan sering memotong tanaman yang baru tumbuh di persemaian atau beberapa minggu setelah di tanam di lapang. Bagian tanaman yang dimakan adalah daun, pucuk tanaman atau titik tumbuh tanaman terutama tanaman yang masih muda umur 18 hari.
“Pencegahan yang dapat dilakukan adalah pergiliran tanaman dengan tanaman yang bukan inangnya. Tanaman inang ulat tanah adalah tomat, cabai, kacang-kacangan, kentang, kubis-kubisan, wortel, terung dan selada. Tetapi petani umumnya sudah cukup paham hal ini,” paparnya.
Hanya sayangnya, untuk petani di Pujon atau Batu umumnya menggunakan pestisida yang berlebihan dalam mengatasi serangan hama. Bahkan karena budaya petani di sana jika menggunakan pestisida lebih dari 1 macam dianggap mampu, karena itu, petani yang menggunakan satu macam pestisida umumnya malu sehingga mereka berlomba-lomba mencampur lebih dari 1 macam pestisida bahkan sampai 5 macam untuk menghalau serangan hama .
Sukindar mengatakan, hal ini sangat merugikan mereka karena selain berpengaruh bagi lahan pestisida yang berlebihan akan menyebabkan hama makin tahan terhadap pestisida. Dari Fakultas pertanian sudah sering melakukan penyuluhan tetapi petani yang tertarik untuk menanam secara organik tidak lebih dari 50 %. Mengingat, jika organik produktivitasnya kecil meskipun mereka masih menangguk untung.
“Tapi, budaya melecehkan petani yang menggunakan tidak lebih dari 1 macam pestisida sudah mengakar baik di Pujon maupun di Batu. Sanitasi kebun dan pengolahan tanah yang intensif juga merupakan syarat yang baik bagi perkembangan larva dan pupa,” jelasnya.
Selain hama, penyakit yang kerap menghampiri tanaman kailan adalah penyakit yang disebabkan oleh virus diantaranya Mosaik yang disebabkan virus mosaik turnip (lettuce mosaik virus).
Jika kailan terserang penyakit ini pada daunnya terdapat belang-belang hijau tua dan hijau muda dengan pola tertentu dan bentuk daun sedikit berubah disertai lepuh-lepuh pada tulang daun. Gejala ini menurut Sukindar dapat ditularkan melalui peralatan mekanik seperti cangkul, sabit, pisau yang terkontaminasi virus atau gesekan tanaman yang sakit dengan yang sehat. Shanty
Aku ingin menanam dan membudidaya sayuran kailan. apakah ada pedoman atau petunjuk untuk menanam sayur kailan tersebut tanpa pestisida, siapa yang bisa membantu ? thx.
Budi
Mas,koreksi nie…kailan tu bahasa latinnya Brassica oleracea var alboglabra L.H Bailey…bukan var achepala(kubis bunga)…