Tuesday - March 24th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Pasokan Tersendat, Harga Malah Turun
Post Info Tuesday, March 24th, 2009 16:22 by agroindonesia Print Print this page

Seperti sudah diperkirakan pekan sebelumnya,  sebagian besar pasokan sayur mayur pada pekan lalu mengalami penurunan seiring dengan tersendatnya kegiatan distribusi komoditas tersebut.

Akhir pekan lalu, sebagian warga Jakarta terpaksa harus bersusah payah untuk mendapatkan kenda-raan angkutan umum. Pasalnya, pada hari itu, banyak kendaraan angkutan umum, baik itu bis maupun angkot, yang tidak beroperasi melayani penumpang karena kendaraan tersebut dicarter oleh partai tertentu untuk mengangkut massanya dari berbagai wilayah ke sebuah stadion utama di Jakarta.

Apa yang dialami warga Jakarta juga dialami oleh para pemasok sayur mayur dan buah-buahan di sejumlah sentra produsen. Mereka terhambat karena kesulitan mendapatkan kendaraan untuk mengang-kut hasil panennya ke Jakarta.

Kondisi ini mengakibatkan pasokan komoditas sayur mayur dan buah-buahan ke Jakarta mengalami penurunan dibandingkan pasokan pekan sebelumnya. Mi-salnya saja komodtas tomat. Data pengelola PIKJ menyebutkan pasokan kentang  dari berbagai sentra produsen di Jawa  pada pekan lalu mencapai 674 ton. Volume ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pasokan pekan sebelumnya yang mencapai 966 ton.

“Volume pasokan kentang mengalami penurunan antara lain disebabkan oleh terhambatnya distribusi komoditas terse-but,” kata Ujang, seorang pekerja pada sebuah lapak kentang di PIKJ.

Walaupun mengalami penurunan pasokan, namun harga jual komoditas ter-sebut justru mengalami penurunan. Ujang mengaku pihaknya paa akhir pekan lalu hanya bisa menjual kentang dengan harga Rp5.500/kg atau turun Rp1.000 dibandingkan dengan posisi harganya pada pekan sebelumnya.

Kondisi serupa juga dialami oleh wortel. Harga komodita ini pada akhir pekan lalu hanya bisa ditransaksikan di harga Rp 3.000/kg atau turun Rp700 dibandingkan dengan harga jualnya pada pekan sebelumnya yang mencpai Rp3.700/kg.

Padahal, data pengelola PIKJ menunjukkan kalau pasokan wortel dari beberapa sentra produsen di Jawa Barat pada pekan lalu hanya mencapai  253 ton atau lebih kecil dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 277 ton.

Menurut kalangan pedagang, turun-nya harga jual beberapa komoditas walau-pun pasokannya menurun, lebih dikare-nakan permintaan terhadap komoditas tersebut memang sedang lesu.

“Penurunan pasokan tidak menjamin harga komoditas itu otomatis akan melon-jak. Jika permintaan lesu dan harga jualnya memang sudah tinggi, tidak tertutup ke-mungkinan harga jual komoditas itu akan mengalami penurunan,” ujar Rojak, pe-dagang sayuran di sebuah pasar tradisional, yang setiap hari berbelanja di PIKJ.

Menurut pria yang sudah 11 tahun berjualan sayur mayur ini, besarnya permintaan akan memegang kunci bagi pergerakan harga jual sebuah komoditas sayur mayur.

“Kalau pun pasokannya melonjak, namun jika permintaan konsumen tetap tinggi, harga jual komoditas itu tetap akan naik,” ucapnya.

Apa yang dilontarkan  ada benarnya. Setidaknya hal itu berlaku pada komoditas tomat. Menurut data pengelola PIKJ, pasokan tomat ke pasar sayur mayur utama di Jakarta itu pada pekan lalu mencapai 584 ton atau naik 36 ton dibandingkan pasokan pekan sebelumnya yang berjumlah 548 ton.

Walaupun begitu, harga tomat di pasar tetap menunjukkan kenaikan. Akhir pekan lalu, para pedagang mampu mematok harga jual komoditas ini pada posisi Rp4.000/kg atau naik Rp600 dibandingkan dengan harga jualnya pada pekan sebelumnya.

Untuk pekan ini, para pedagang berkeyakinan pergerakan harga sayur mayur akan mengalami tren menurun yang dipicu oleh banyaknya harga komoditas yang sudah pada posisi tinggi.

“Ada banyak komoditas sayur mayur yang harga jualnya sudah tergolong tinggi dan pekan depan mereka diprediksi akan mengalami penurunan,” ujar Rojak.

Berdasarkan penilaian Agro Indone-sia, komoditas sayur mayur yang harganya sudah masuk kategori tinggi antara lain cabe rawit merah, bawang merah, kentang dan buncis.  B Wibowo

Leave a Reply