Tuesday, March 31st, 2009 17:34 by
agroindonesia
Print this pageDraft Roadmap pengembangan industri pupuk nasional jangka panjang 2009-2025 sudah selesai di susun tim Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia, Departemen Perindustrian bersama tim dari Departemen Pertanian.
Sumber Agro Indonesia, di Ditjen Tanaman Pangan, Departemen Pertanian menyebutkan penyusunan ini merupakan tindak lanjut surat Wapres RI kepada Presiden dan keputusan rapat kabinet terbatas yang dipimpin bapak Presiden RI di PT Pupuk Kujang Cikampek (10/02) .
Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya itu setelah draft itu selesai disusun kemudian di sempurnakan lagi dengan produsen pupuk nasional
Dalam pertemuan terakhir di PT Pusri, Palembang minggu lalu yaitu tgl 19-20 Maret 2009, telah disepakati Finalisasi Kebutuhan Tahun Pupuk 2009–2025 dan draft Roadmap Pengembangan Industri Pupuk. Kebutuhan pupuk yang dihitung adalah periode tahun 2010 – 2025 dengan jenis pupuk meliputi Urea, SP-18, ZA, NPK dan Organik.
Setiap subsektor melakukan perhitungan berdasarkan sistematika perhitungan yang ditetapkan oleh masing-masing sub sektor diantaranya sub sektor perkebunan, tanaman pangan, dan hortikultura. Kebutuhan pupuk tahun 2010–2025 ini merupakan hasil perhitungan dan disepakati oleh semua instansi terkait.
Khusus untuk pupuk organik, Balitbang, Departemen Pertanian akan menyiapkan konsep konversi jenis pupuk organik ke granul dan menyiapkan narasi untuk pupuk organik. Kebutuhan input untuk urea dan non urea sebagai bahan baku, akan disiapkan Tim PT Pusri (Holding) yang pada pokoknya menyangkut keamanan dan kelanjutan pasok. Jamalzen