Harga karet kualitas ekspor jenis SIR 20 di Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel) dalam dua hari terakhir hingga Sabtu mencapai Rp14.732/kg. Harga tersebut naik dibanding sebelumnya yang hanya Rp14.421/kg.
Harga tersebut tercatat dalam data Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel di Palembang, Sabtu. Sekretaris Gapkindo Sumsel H Awie Aman mengatakan kenaikan harga karet tersebut dipengaruhi harga karet di pasaran internasional yang sekarang cenderung membaik.
Harga karet kualitas ekspor bagi di pasar maupun tingkat petani di Sumsel selama 2008 hingga Maret 2009 selalu berfluktuasi sehingga walaupun terjadi kenaikan, beberapa hari kemudian turun kembali dan seterusnya.
“Harga karet kualitas ekspor SIR 20 FOB di Sumsel sepanjang 2008 mencapai tingkat tertinggi pada Juni sebesar Rp28.991 per kg, kemudian bulan-bulan berikutnya berangsur turun dan terendah pada November yang hanya Rp13.245, per kg,” katanya seperti dikutip Antara.
Anjloknya harga karet kualitas ekspor tersebut disebabkan imbas dari krisis global terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, sehingga semakin menyulitkan petani.
Mengenai volume ekspor, ia mengatakan ekspor karet melalui sejumlah pengusaha pabrik pengolahan karet di Sumsel mencapai rata-rata 65.142 ton/bulan. Kenaikan harga karet kualitas ekspor itu juga mendorong pedagang pengumpul menaikkan harga beli karet di tingkat petani di beberapa daerah penghasil.
Harga karet alam di tingkat petani pedesaan Sumsel dalam sepekan terakhir hingga Sabtu tercatat Rp3.800/kg atau naik dibanding sebelumnya yang hanya Rp3.500/kg.
Beberapa pedagang pengumpul ketika ditemui di Palembang, mengatakan dalam sepekan terakhir harga karet petani berangsur naik, walaupun nilainya belum memuaskan, karena masih jauh dari harga normal dulu yang mencapai Rp12 ribu lebih per kg. AI