Wednesday - April 1st, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Teh Panas Picu Kanker Tenggorokan
Post Info Wednesday, April 1st, 2009 16:10 by agroindonesia Print Print this page

Selama ini teh selalu diidentikkan dengan segala kebaikan. Berbagai jenis minuman teh dikaitkan dengan penyembuhan sejumlah penyakit yang diderita manusia.

Namun, suatu penelitian menyebutkan kalau minuman teh ternyata dapat menimbulkan penyakit yang menakutkan bagi manusia yang terkena dampak negatif dari minuman teh tersebut.

Akhir pekan lalu, para peneliti dari Iran mengungkapkan kalau minuman teh panas dapat menyebabkan munculnya kanker tenggorokan bagi yang meminumnya. Para peneliti itu menyarankan agar penggemar teh untuk menghindari mengkonsumsi air teh dalam kondisi panas. Cara terbaik adalah dengan menunggu sampai air teh itu menjadi dingin.

Penelitian sebelumnya selalu mengkaitkan tembakau dan alkohol dengan kanker tenggorokan dan riset yang dipublikasikan di British Medical Journal juga menyebutkan sejumlah minuman juga dapat memicu timbulnya tumor.

 

Menurut  para peneliti, meminum teh panas dengan suhu lebih dari 70 derajat Celcius memiliki risiko  lebih besar terkena kanker tenggorokan dibanding dengan mereka yang mengkonsumsi air teh dengan suhu di bawah 65 derajat Celcius.

 

Reza Malekzadeh, dari Universitas Ilmu Kedokteran teheran, Iran, dan rekan-rekannya telah meneliti kebiasaan minum teh 300 responden dengan kanker tenggorokan dan 571 pria dan wanita sehat dari wilayah yang sama di Provinsi Golestan, Iran Barat. 

 

Golestan dikenal sebagai kawasan yang masyarakatnya paling banyak penderita kanker tenggorokan di dunia, namun memiliki tingkat konsumsi alkohol dan rokok yang rendah.

 

Para responden itu secara sukarela mengkonsumsi teh hitam secara rutin, dengan tingkat konsumsi lebih dari satu liter setiap hari. Dari penelitian itu diketahui kalau responden yang mengkonsumsi teh kurang dua menit sejak teh diseduh, memiliki risiko lima kali lipat lebih besar untuk terserang kanker tenggorokan ketimbang mereka yang menunggu lebih dari lima menit sejak teh itu diseduh.

 

Hasil penelitian itu diperkuat lagi oleh hasil peneltian yang dilakukan para peneliti di Inggris yang menyarankan masyarakat untuk mengkonsumsi air teh dengan temperatur antara 56 hingga 60 derajat.

 

Memang belum diketahui bagaimana teh panas bisa menyebabkan kanker tenggorokan. Salah satu asumsi menyebutkan berulangnya luka di jalur tenggorokan bisa jadi sebagai pemicunya.

 

Kanker tenggorokan telah membunuh lebih dari 500.000 orang di seluruh dnia setiap tahunnya, dengan korban terbesar berada di kawasan Asia, Afrika dan Amerika Selatan.

 

Di seluruh dunia

Berdasarkan literatur, tanaman teh (Camellia sinensis) banyak ditanam di berbagai negara di dunia  sejak zaman dahulu, termasuk Indonesia. Teh dapat tumbuh dengan baik di daerah  pegunungan beriklim sejuk pada ketinggian lebih dari 1.800 meter di atas  permukaan laut (dpl). Diperkirakan konsumsi teh dimulai sejak 4.000 tahun yang  lalu. Diperkirakan lebih dari 2,5 juta ton teh kering diproduksi tiap tahunnya  di seluruh dunia.

 

Dari beragam jenis teh,   teh Hijau lebih bermanfaat dibanding teh hitam dan teh merah, karena teh  hijau tidak mengalami proses fermentasi sehingga kandungan antioksidannya lebih  besar. The jenis ini mengandung fluoride lebih banyak yang terbukti baik untuk  mencegah karang gigi. Teh hijau mengandung vitamin C dengan dosis tinggi dan  vitamin lainnya dalam jumlah sedikit. Sehingga dengan minum teh, kita dapat  menjaga kondisi stamina tubuh.

 

Kandungan mangan yang terdapat pada teh hijau  dapat membantu penguraian gula menjadi energi, sehingga bisa membantu menjaga

kadar gula dalam darah.

 

Teh hijau juga mengandung zat aktif berupa antioksidan alami. Hal  ini membuat teh hijau yang dikonsumsi mampu melindungi sel-sel tubuh dari  berbagai pengaruh radikal bebas yang berperan besar menimbulkan kanker,  penyumbatan pembuluh darah, dan gangguan jantung. Kandungan lain yang  bermanfaat dari the hijau ialah polifenol, yang dapat membantu menghalangi pertumbuhan sel kanker kulit. B Wibowo

Leave a Reply