Friday, April 17th, 2009 15:31 by
agroindonesia
Print this pageMangga (Mangifera indica L) merupakan komoditas yang sangat populer dimata masyarakat Indonesia. Disamping itu mangga Indonesia memiliki peluang untuk mengisi pasar internasional, karena mangga Indonesia mempunyai kekhasan tersendiri, khususnya mangga Arumanis 143 dan mangga Gedong Gincu.
Mangga Varietas Gedong Gincu merupakan varietas Mangga yang cukup menjanjikan untuk pasar modern maupun pasar internasional. Sebab, warna kulit buahnya yang berwarna kuning jingga dan kemerahan dan rasanya manis keasaman dengan aroma yang harum.
Provinsi Jawa Barat merupakan sentra poduksi Mangga terbesar setelah Jawa Timur dengan sentra utama di Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Indramayu. “Kawasan/Belt Mangga ini merupakan kawasan laboratorium/percontohan,” kata Dirjen Hortikultura Departemen Pertanian, Acmad Dimyati.
Pangsa pasar utama mangga adalah negara- negara di Timur Tengah, Asia Timur dan Eropa Barat. Di samping kawasan tersebut sebetulnya masih banyak negara yang berpotensi bisa dijadikan sasaran ekspor mangga. Misalnya, China, Jepang, Eropa dan Australia.
Namun Dimyati mengakui, karena ketatnya persyaratan impor dari negara tujuan tersebut produk Mangga Indonesia belum mampu menempus pasar negara tersebut. Salah satu kendala yang sering menjadi penghambat masuknya produk Mangga Indonesia ke mancanegara adalah adanya serangan lalat buah (Fruit Fly). Akibat hama itu buah Mangga produksi Indonesia dianggap bermutu rendah karena mengalami kerusakan/busuk.
Karena itu untuk mengeliminir sekecil mungkin kerusakan karena serangan lalat buah, menurut Dimyati, diperlukan bantuan peralatan Vapor Heat Treatmen (VHT). Direktorat Jenderal Hortikultura telah merintis kerjasama dengan pemerintah Jepang melalui Indonesia Japan Economic Partnership for Agreement (IJEPA). “Melalui program kerjasama ini direncanakan Pemerintah Jepang memberikan bantuan peralatan VHT untuk mengantisipasi serangan lalat buah,” katanya.
Ada beberapa langkah-langkah yang telah dilakukan. Pertama, pada tahap awal Pemerintah Jepang telah mengirimkan Tim Ahli untuk melakukan kunjungan ke Indonesia. Kunjungan tersebut untuk mendiskusikan dengan Direktorat Jenderal Hortikultura dan Badan Karantina Pertanian dana melaksanakan survey lokasi sentra produksi Mangga dan kesiapan Balai Besar Pramalan OPT Jatisari untuk mengoperasikan VHT.
“Kunjungan tersebut juga sekaligus untuk mengkonfirmasikan tentang usulan/proposal yang pernah disampaikan kepada Pemerintah Jepang,” kata Dimyati.
Kedua, survei lapangan telah dilakukan ke Kabupaten Cirebon pada 13-15 Januari 2009. Adapun lokasi yang dikunjungi adalah kebun mangga yang dikelola kelompok tani “Sukamulia” seluas 25 Ha di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, kebun Mangga yang dikelola kelompok tani “ Karang Wuni” seluas 60 Ha di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong. “Kedua kebun ini adalah merupakan Kebun Mangga (Gedong Gincu) yang dikembangkan melalui proyek IHDUA / JBIC pada tahun 1997 – 2002,” katanya.
Tim dari Jepang juga mengadakan kunjungan ke packing house yang dikelola kelompok tani “Buah Segar Manis” di Kecamatan Greged, Cirebon dan packing house “CV. Sumber Buah Sae” di Kecamatan Kedawung, Cirebon.
Pada tahun ini Departemen Pertanian memproyeksikan nilai ekspor komoditas hortikultura akan mencapai senilai 411,51 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 13,31% dari pencapaian 2008. Dari segi volume ekspor pada tahun 2009 ditargetkan naik sebesar 14,48% dari 2008 atau menjadi 717,45 juta ton. “Dari sasaran ekspor produk hortikultura tersebut terdiri buah-buahan sebanyak dua persen dan sayuran 2,5%,” kata Direktur Budidaya Tanaman Buah Ditjen Hortikultura Winny Dian Wibawa.
Selama 2008 Indonesia mampu mengekspor manggis sebanyak 9.000 ton ke China serta mangga 1000-2000 ton/tahun. Selain itu, Indonesia juga melakukan ekspor salak ke negara tirai bambu tersebut sebanyak 20-30 ribu ton sedangkan permintaan mencapai 5 ton/hari. “Thailand saat ini juga sering mengambil manggis dari Indonesia untuk kemudian diekspor ke China dengan label produk Thailand,” katanya.
Ditjen Hortikultura juga menetapkan sasaran produksi buah-buahan pada 2009 sebanyak 18,4 juta ton naik 5,9 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan produksi sayuran pada 2009 ditargetkan mencapai 12,1 juta ton naik 10% dari 2008, tanaman biofarmaka 512 ribu ton atau naik 6,6% dan tanaman hias naik 21,5% menjadi 352 juta tangkai.
Diharapkan pada tahun ini PDB (Pendapatan Domestik Bruto) dari produk hortikultura mencapai Rp82,425 miliar. Selain itu adanya peningkatan pendapatan petani hortikultura sebanyak 1,72% menjadi Rp5,96 juta/rumah tangga petani/tahun. Julian
assalamualaikum
salam sejahtera
saya adalah supplyer buah mangga yang sudah lama dan berniat melebarkan sayap ke pasar pasar buah seluruh nusantara
sementara ini pasar saya hanya daerah jakarta dan bandung..
jika anda berniat bekerja sama anda bisa kirim email ke saya
sekian atas perhatiannya kami sampaikan terimah kasih
wassalamualaikum