Thursday, April 23rd, 2009 18:18 by
agroindonesia
Print this pageDepartemen Pertanian telah menyelesaikan verifikasi delapan eksportir beras premium dari 14 perusahaan yang telah mengajukan ijin ekspor. Untuk keluar rekomendasi masih menunggu persetujuan dari Menteri Pertanian.
“Proses verifikasinya sudah selesai, tapi rekomendasinya belum keluar karena menunggu persetujuan Menteri Pertanian,” kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Departemen Pertanian, Zaenal Bachruddin, di Jakarta, Kamis (23/4).
Dia menjelaskan, sebelumnya ada sebanyak 15 perusahaan yang mengajukan ijin ekspor beras premium, tapi satu perusahaan mengundurkan diri, sehingga kini tinggal 14 perusahaan. Dari 14 perusahaan itu, delapan perusahaan telah selesai verifikasi dengan volume beras sekitar 60.000-65.000 ton. Sedangkan enam perusahaan lainnya belum selesai verifikasi karena ada beberapa persyaratan yang belum lengkap.
Dalam proses verifikasi, tim yang terdiri dari Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan dan PT Sucofindo akan memeriksa administrasi perusahaan eksportir dan stok beras yang dimiliki. Untuk mendapatkan ijin ekspor, setiap perusahaan harus mencantunkan beberapa hal. Yakni, nama perusahaan, alamat, nama penanggungjawab, nomor kontak, surat izin usaha perdagangan, nomor tanda daftar perusahaan dan NPWP.
Persyaratan lain yang mesti dipenuhi adalah jenis beras yang diekspor, termasuk kemasan dan merek dagang, volume ekspor, pelabuhan muat, negara tujuan dan harus mendapat rekomendasi dari Deptan. “Dengan adanya verifikasi itu diharapkan, beras yang diekspor benar-benar beras premium,” kata Zaenal.
Sesuai kesepakatan dalam rapat di Kantor Menko Perekonomian, persyaratan beras yang bisa diekspor adalah beras broken (butir patah) di bawah 5%. Bahkan pemerintah mendorong ekspor beras aromatik, seperti Pandan Wangi, sehingga yang diekspor mempunyai kelebihan tidak sekadar broken di bawah 5% saja.
Perusahaan yang mengajukan ijin ekspor beras tersebut sebagian besar adalah perusahaan yang sebelumnya bergabung dengan Perum Bulog. Berdasarkan data Agro Indonesia, ada sembilan perusahaan beras wangi, yakni PT Padi Unggul Indonesia, PT Alam Makmur Sembada, PT Bangun Citra Mandiri Tama, PT Jatisari Sri Rejeki, PT Gentrade, PT Pertani, PT Jayamas, Insan Sentos Prima, PT Sinar Balango Prima. Selain itu dua perusahaan beras organik, yakni PT Makrifat Mulya Perkasa dan PT Bloom Agro. Julian
Salam hormat,
Kami Petani di Sulawesi Selatan sangat tertarik utk mengembangkan produksi padi organik. Tolong bantu kami alamat/e-mail/kontak person PT. Bloom Agro, pimpinan Ibu Emily Sutanto, terima kasih atas bantuannya. (Bpk Yusuf, Hp 081511555141