Tuesday - May 19th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Deptan Akui tidak Sinkron Soal Stimulus
Post Info Tuesday, May 19th, 2009 17:19 by agroindonesia Print Print this page

Jika tetap menemui jalan buntu dalam pembahasan dana stimulus, Departemen Pertanian berniat mengalihkan dana sebanyak Rp650 miliar itu ke APBN Perubahan. Pemerintah sendiri berencana menggunakan dana stimulus untuk pembangunan infrastruktur pertanian.

Menteri Pertanian, Anton Apriyantono di Jakarta, Senin (18/5) mengakui, pada awal pengajuan lokasi yang akan mendapatkan dana stimulus memang ada yang tidak sinkron antara pemerintah dan DPR. Karena itu, kini Departemen Pertanian tengah memperbaiki usulan kegiatan pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana stimulus.

 

“Saat ini masih tahap penyelesaian administrasi. Jika sudah selesai bisa langsung dilaksanakan,” katanya. Namun demikian, lanjut Anton, jika dana stimulus ini belum juga bisa cair, maka pemerintah akan mengusulkan agar itu bisa dialihkan ke APBN Perubahan, sehingga dana itu tidak hilang begitu saja.

 

Sementara itu Dirjen Pengolahan Lahan dan Air Departemen Pertanian, Hilman Manan mengakui, stimulus yang diusulkan Departemen Pertanian masih perlu penyesuaian dengan anggota dewan. “Kita berharap dana stimulus ini bisa cair sehingga dapat digunakan untuk memberdayakan petani,” ujarnya.

 

Hilman mengungkapkan, berbeda dengan departemen lain, Departemen Pertanian menawarkan kegiatan padat karya dan bantuan langsung. Dengan demikian, kegiatan pembangunan infrastruktur tidak menggunakan pihak ketiga atau kontraktual, tapi langsung diberikan kepada petani melalui kelompok tani.

 

“Karena tidak memakai pihak ketiga, tidak perlu lagi proses lelang yang memakan waktu sekitar 45 hari, sehingga Departemen Pertanian optimis penggunaan dana stimulus itu bisa selesai dalam waktu 3-4 bulan,” kata Hilman.

 

Menurut dia, keuntungan dengan kegiatan yang bersifat padat karya, selain lebih efisien dan efektif karena langsung menyentuh petani karena akan menyerap tenaga kerja sekitar 16,56 juta HOK (hari orang kerja). Selain itu juga dampaknya lebih besar, seperti mengurangi ongkos angkut dan menumbuhkan gotong royong dan rasa memiliki jaringan irigasi dan jalan usaha tani.

 

“Nanti kelompok tani yang mengerjakan pembangunan infrastruktur seperti jalan usaha tani, irigasi desa, jalan produksi dan embung-embung (tempat penampungan air),” paparnya.

 

Karena itu Departemen Pertanian akan membicarakan lebih lanjut dengan anggota dewan mengenai dana stimulus ini. Jika dana ini tidak bisa cair, pemerintah berharap agar DPR RI menyetujui anggaran tersebut dialihkan ke APBN Perubahan. Julianto

 

 

 

Leave a Reply