Wednesday - May 27th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Pemerintah Kesulitan Tentukan Pelabuhan Pengumpul
Post Info Wednesday, May 27th, 2009 15:25 by agroindonesia Print Print this page

Pemerintah belum bisa menentukan lokasi pelabuhan yang akan dijadikan sebagai pelabuhan pengumpul nasional (hubnas) yang dapat menjadi pelabuhan utama  bagi kegiatan ekspor Indonesia ke seluruh dunia.

“Belum ada jawaban yang tuntas mengenai hubnas itu, apakah ditetapkan di kawasan barat atau timur Indonesia,” ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, usai meresmikan pengoperasian empat unit alat derek quay cranes Super Post Panamax dan enam unit Rubber Tyred Gantry Cranes (RTGCs) PT Jakarta International Container Terminal (JICT), di Jakarta, Rabu.

Menurut Mari, dalam menentukan lokasi pelabuhan pengumpul nasional, pemerintah harus memperhatikan berbagai kondisi yang ada di lapangan. Misalnya, soal karakteristik komoditi yang diekspor dan diimpor di wilayah-wilayah di Indonesia.

Di Indonesia, ungkapnya, ada tiga macam barang yang lalu lintas pengirimannya begitu ramai, yakni komoditi dasar, komoditi primer dan komoditi konsumsi. “Ketiga komoditi itu memiliki kondisi yang berlainan satu dengan yang lainnya,” ujarnya.

Karena itu, sebelum menetapkan lokasi pelabuhan yang ditetapkan sebagai hubnas, pihaknya bersama dengan intansi terkait lainnya masih melakukan pembahasan untuk mencari solusi yang tepat agar kegiatan ekspor dan impor barang-barang di seluruh Indonesia tidak terganggu.

“Masalah hubnas masuk dalam blue print logistik nasional yang kini dalam pembahasan,” kata Mari seraya mengharapkan cetak biru itu rampung pada tahun ini.

Sementara itu, Presiden Direktur Pelindo II, Richard J. Lino mengatakan, jika melihat lalu lintas barang di Tanjung Priok, pelabuhan ini sudah bisa mengarah kepada pelabuhan pengumpul. “Kami sudah melakukan ekspor langsung ke Cina, dan kawasan Asia lainnya,” ujarnya.

Diakuinya, untuk pengirima ke kawasan Eropa dan Amerika, JICT masih mengalami kesulitan mengirimkan barang ekspor secara langsung secara rutin mengingat banyak syarat dan prosedur yang harus dipenuhi.

“Namun ke depan, kami akan berusaha mengarah ke arah sana dengan melakukan berbagai kebijakan-kebijakan,” paparnya. Buyung

Leave a Reply