Thursday, May 28th, 2009 16:28 by
agroindonesia
Print this pageAsosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menyayangkan tidak ada satupun dari tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden yang menyinggung tentang gerakan ekonomi kreatif.
Padahal, kata Ketua Umum Asmindo, Ambar Tjahyono, di Jakarta, Kamis (28/5), roh gerakan ekonomi kreatif yang mengandalkan pada pengetahuan, kemampuan perorangan, dan kekayaan budaya yang bisa menjadi kekuatan posisi tawar usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) Indonesia di pasar dunia.
“Gerakan ini justru akan memberi nilai tambah dan daya jual yang berujung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Untuk industri mebel sendiri yang mengandalkan kreatifitas individu, tegas Ambar, lebih baik industri ini masih dikerjakan pengusaha dalam negeri. Sementara investor asing lebih baik masuk ke sektor yang padat modal, seperti infrastruktur
Meski demikian, katanya, pengetahuan dan kemampuan pengrajin mebel harus terus digodok agar Indonesia menjadi negara yang mandiri dan tidak tergantung pada mebel impor.
Persoalannya, perhatian pemerintah terhadap usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM), terutama di bidang mebel, sampai kini masih sangat kurang. “Mereka hanya digunakan sebagai bahan politis,” ucapnya
Menurut dia, masuknya investor asing ke pusat industri UMKM mebel di Jepara dan membangun industri di daerah itu sejak beberapa tahun lalu sudah menimbulkan keributan karena penanaman modal asing ini menggusur keberadaan industri mebel rakyat di daerah itu. Sugiharto