Indonesia Harus Kembangkan Nation Branding
Thursday, June 25th, 2009 with No Comments »Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, bangsa Indonesia harus mengembangkan Nation Branding agar dapat dikenal sebagai bangsa yang kreatif.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, bangsa Indonesia harus mengembangkan Nation Branding agar dapat dikenal sebagai bangsa yang kreatif.
Pelepasan kawasan cagar alam untuk kepentingan bisnis ternyata tak lepas dari kondisi kawasan itu sendiri di lapangan. Namun, pemerintah menilai tidak ada salahnya jika ada pengganti yang bisa dijadikan kawasan konservasi.
Kawasan hutan sepertinya memang ditakdirkan terus jadi korban. Atas nama kepentingan ‘strategis’ kawasan hutan yang mestinya dipertahankan malah dipangkas. Tak peduli meski kawasan hutan tersebut berstatus Cagar Alam, strata tertinggi kawasan hutan yang mesti dilindungi.
Hutan harus mengalah terhadap kepentingan ekonomi memang, bukan berita baru. Apakah itu hutan produksi atau hutan lindung. Tapi jika cagar alam, yang strata paling tinggi dari sebuah kawasan hutan maka mutlak harus dilindungi. Cagar Alam Teluk Kelumpang, Selat Laut, Selat Sebuku (CA Kelautku), Kalsel harus rela ditelan kepentingan batubara dan pabrik semen.
Pemerintah benar-benar berusaha memberikan perlindungan penuh terhadap industri rokok di dalam negeri. Setelah enggan menandatangani konvensi bernama FCTC (Framework Convention on Tobacco Control), pemerintah Indonesia saat ini dikabarkan berniat mengajukan komplain kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial (RLPS) Dephut, Indriastuti mengungkapkan, kawasan lahan dan hutan kritis dan perlu direhabilitasi masih 13,66 juta hektare (ha).
Tidak banyak tanaman hias yang masuk dalam kategori dilindungi peredarannya. Salah satunya adalah tanaman hias kantung semar atau si kantong maut (nepenthes).
“Alle Wiesen and Matten, alle Berge und Hugel sind die grosze Apotheke der Welt, Allein die Erkentnis der Natur geheimnisse sol den Arts machen” ……Semua padang rumput, hutan dan semak belukar, semua gunung besar dan kecil merupakan rumah obat besar dunia, hanya kesadaran akan rahasia alamlah yang dapat mendidik dan membuat orang menjadi seorang dokter [...]
Perang melawan kebakaran lahan dan hutan memang harga mati buat Indonesia. Maklum, selain mencemari udara beberapa wilayah di Nusantara, pemerintah juga gerah dengan sindiran, omelan dan protes dari negeri tetangga. Padahal, urusan kebakaran hutan dan lahan, ternyata bukan monopoli negeri ini.
Menteri Kehutanan MS Kaban terlihat penuh konsentrasi memerhatikan instruksi yang diberikan Syam, seorang bocah yang bahkan masih belepotan dalam berhitung. Tiap kali tangan Syam memberi aba-aba, Menhut Kaban pun meresponnya dengan membunyikan alat musik yang dipegangnya.