Monday - June 8th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Depperin Kucurkan Bantuan Rp50 Miliar ke Pabrik Gula
Post Info Monday, June 8th, 2009 13:21 by agroindonesia Print Print this page

Departemen Perindustrian (Depperin) menyediakan dana bantuan sebesar Rp50 miliar kepada produsen gula nasional yang ingin melakukan restrukturisasi mesin dan peralatan pabrik gulanya.

“Bantuan dana ini dilakukan untuk mewujudkan swasembada gula,” ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka, Departemen Perindustrian, Ansyari Bukhari, usai peluncuran Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Pabrik Gula, di Jakarta, Senin (8/6).

Pemberian bantuan itu dilakukan dalam bentuk bantuan keringanan pembiayaan pembelian mesin/peralatan pabrik gula sebesar 10% atas pembelian mesin/peralatan pabrik gula buatan industri dalam negeri.

Menurut Ansyari, ditetapkannya mesin atau peralatan pabrik gula buatan industri dalam negeri sebagai syarat pengucuran bantuan, disebabkan kemampuan industri mesin/peralatan dalam negeri telah mampu membuat mesin/peralatan pabrik gula.

Industri mesin dalam negeri, saat ini telah mampu membuat mesin gilingan, pemurnian, penguapan, pemasakan, puteran, peralatan kelistrikan, konveyor, boiler, turbin dan peralatan kontrol dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) rata-rata di atas 40%.

Untuk sementara ini, perusahaan yang akan mengikuti program restrukturisasi mesin/peralatan pabrik gula untuk tahun anggaran 2009 adalah PTPN II, PTPN VII,PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPNXIV, PT RNI I dan PT RNI II serta PT Madu Baru.

Ansyari mengatakan, anggaran bantuan itu bisa ditingkatkan lagi jumlahnya pada tahun ini jika ternyata banyak peserta yang ingin mengikuti program tersebut.

Produksi Naik

Sementara itu, Dirjen Perkebunan, Departemen Pertanian, Achmad Manggabarani menyatakan, bantuan dana Rp50 miliar itu dapat menambah kapasitas produksi gula nasional sebanyak 0,6 juta ton di tahun 2009 dari 2,3 juta ton menjadi 2,9 juta ton.

“Jika tidak ada halangan, pada tahun 2009 ini kita bisa produksi gula sebesar 2,9 juta ton dan ini bisa memenuhi kebutuhan langsung gula nasional sebanyak 2,7 juta ton,” ujarnya.

Menurutnya, kebutuhan gula nasional saat ini mencapai sekitar 4,2 juta ton yang terdiri atas kebutuhan langsung ( rumah tangga) sebesar 2,7 juta ton dan kebutuhan gula industri sekitar 1,5 juta ton.

Achmad Manggabarani yakin industri gula nasional mampu memproduksi gula sekitar 4,4 juta ton dalam beberapa tahun nanti sehingga terjadi swasembada gula secara totalitas.

“Target pemerintah bagi tercapainya swasembada gula adalah tahun 2014. Tapi, dengan adanya restrukturisasi mesin dan peralatan pabrik gula, target swasembada itu bisa tercapai sebelum tahun tersebut,” ujarnya.

Saat ini, di Indonesia terdapat 58 pabrik gula dengan kapasitas rata-rata kurang dari 3.000 TCD ( tone cane per day) dengan populasi mesin/ peralatan pabrik gula rata-rata berusia di atas 20 tahun dengan rata-rata rendemen gula kurang dari 7% B Wibowo

Leave a Reply