Wednesday - July 22nd, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Pertaruhan Ekonomi
Post Info Wednesday, July 22nd, 2009 13:14 by agroindonesia Print Print this page

Baru saja pujian setinggi langit dilontarkan oleh lembaga internasional terhadap Indonesia. Bank Dunia bahkan berani meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 7,5% di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tentunya, perkiraan itu tidak asal dilontarkan oleh Bank Dunia. Lembaga keuangan dunia itu tentu punya patokan-patokan tersendiri sebelum mengeluarkan pernyataan tersebut.

Yang pasti, secara umum, pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa faktor itu antara lain berupa iklim investasi.

Iklim investasi memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Jika iklim investasinya kondusif, maka investor, baik asing maupun local, akan beramai-ramai menanamkan investasinya di negeri ini.

Akan terjadi banyak pendirian pabrik, kegiatan usaha dan banyak bermunculan produk dari berbagai sektor serta memicu peningkatan ekspor ke mancanegara.

Selain itu, banyaknya pabrik dan transaksi bisnis lainnya akan mendorong terjadinya penyerapan tenaga kerja yang cukup besar, sehingga akan memicu peningkatan pendapatan masyarakat di negeri ini.

Yang jadi masalah, untuk menarik investor berinvestasi di negeri ini, tidaklah mudah. Kemudahan di bidang regulasi dan perbaikan di sektor birokrasi juga belum menjamin investor masuk. Mereka juga membutuhkan stabilitas politik dan keamanan.

Nah, stabilitas politik dan keamanan ini yang jadi pertanyaan. Pemilihan presiden dan calon presiden memang telah berjalan lancar. Namun, belum jelas apakah semua kandidat Capres dan Cawapres mau menerima hasil pemilu yang diumumkan pekan ini?

Selain itu, stabilitas keamanan negeri ini juga tergores oleh ledakan bom di dua hotel berkelas internasional, JW Marriott dan Ritz Carlton, akhir pekan lalu.

Akibat ledakan itu, 9 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah korban tewas itu, sebagian adalah warga negara asing. Bahkan, satu di antaranya adalah seorang petinggi pada sebuah perusahaan multinasional.

Ledakan bom itu langsung memberikan dampak negatif. Sebuah tim sepakbola dari sebuah klub terkenal, Manchester United, membatalkan niatnya untuk melakukan pertandingan dengan tim Indonesia.

Kita tentunya tidak mengharapkan dampak negatif dari ledakan bom itu akan terus berlanjut di sektor lainnya yang ujung-ujungnya akan menghambatkan kegiatan ekonomi di negeri ini.

Karena itu, sudah saatnya semua pihak bersatu dalam memerangi aksi terorisme, yang selama beberapa tahun ini terus menghantui rakyat negeri ini.

Sungguh besar pertaruhan yang harus dihadapi bangsa Indonesia jika terus membiarkan stabilitas keamanannya dkoyak-koyak oleh sekelompok orang yang berusaha memenuhi kepentingannya.

Dalam sebuah kampanye, seorang kandidat Capres melontarkan janjinya untuk membawa Indonesia sebagai negara yang cukup disegani perekonomiannya di mata dunia. Mungkinkah janji itu dan prediksi Bank Dunia bisa tercapai? Hal itu bergantung pada kita semua!

Leave a Reply