Wednesday - July 29th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Bersiap Menghadapi Ancaman
Post Info Wednesday, July 29th, 2009 14:36 by agroindonesia Print Print this page

Tahun 2008 boleh dibilang tahun keemasan bagi dunia pertanian Indonesia. Pasalnya, di tahun itu Indonesia mampu melakukan swasembada beras. Kondisi ini juga mungkin akan berlanjut pada tahun 2009 ini.

Namun, prestasi cemerlang itu kini menghadapi ancaman berupa datangnya El Nino.

El Nino adalah sebuah fenomena alam dan bukan berbantuk badai atau angin topan. Secara ilmiah, fenomena ini diartikan dengan meningkatnya suhu muka laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur sepanjang ekuator dari nilai rata-ratanya. Secara fisik El Nino tidak dapat dilihat.

El Nino memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap Indonesia. Fenomena ini dapat menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berkurang, tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas El Nino tersebut.

Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena El Nino.

Bukti dari besarnya pengaruh El Nino terhadap Indonesia dapat dilihat beberapa tahun lalu ketika fenonema ini muncul. El Nino pernah menimbulkan kekeringan panjang di Indonesia. Curah hujan berkurang dan keadaan bertambah menjadi lebih buruk dengan meluasnya kebakaran hutan dan asap yang ditimbulkannya.

Kekeringan dan kebakaran hutan terparah yang pernah terjadi selama 50 tahun terjadi di tahun 1997. Polusi udara yang ditimbulkannya menyebar hingga ke seluruh wilayah dan melebar hingga negara-negara tetangga seperti Brunei, Malaysia, Filipina, dan Thailand.

Selain kebakaran hutan, yang pasti dampak dari fenomena El Nino adalah berkurangnya potensi lahan untuk menghasilkan panen padi. Terutama lahan yang bersifat tadah hujan. Bahkan, bisa saja terjadi gagal panen jika memang kondisi lahan tersebut benar-benar sulit mendapatkan air.

Jika hal itu terjadi, maka produksi padi Indonesia terancam mengalami penurunan dan berdampak pada tidak terpenuhinya kebutuhan beras nasional dari produksi lokal. Artinya, Indonesia terpaksa harus melakukan impor beras.

Untuk mengatasinya atau meminimalisir dampak negatif dari fenomena El Nino itu, tidak ada jalan lain kecuali pemerintah memberikan sosialisasi yang menyeluruh kepada para petani mengenai kondisi itu.

Memang, beberapa daerah telah melakukan sosialisasi dengan meminta para petani untuk tidak menanam padi di lahan-lahan yang jauh dari sistem pengairan. Mereka diminta untuk menggantinya dengan menanam tanaman yang tahan kekeringan.

Selain itu, pemerintah juga perlu melakukan intensifikasi pada budidaya padi sehingga dapat menghasilkan panen yang lebih besar dari sebelumnya.

Guna mencegah terjadinya gejolak dalam pendistribusian dan menjaga stok beras nasional, Bulog juga harus melakukan upaya lebih keras lagi dalam upayanya meng-amankan cadangan beras pemerintah.

Memang waktunya cukup pendek, namun, jika kebijakan-kebijakan tersebut dapat diterapkan dengan baik, tentu sudah bisa mengurangi dampak negatif dari fenomena alam tersebut. Ancaman memang harus dihadapi!

Leave a Reply