Monday - September 28th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Kembali ke Fitrah
Post Info Monday, September 28th, 2009 14:33 by agroindonesia Print Print this page

Ada pernyataan yang berbunyi tidak ada perpisahan yang lebih mengharukan dari pada perpisahan dengan Ramadhan. Ya, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Di dalamnya kita semua dihantarkan secara perlahan menuju titik fitrah, titik penciptaan kita yang bersih dan suci.

Kaum Muslim juga baru saja merayakan Idul Fitri. Idul Fitri merupakan sarana kembali kepada fitrahnya. Dengan Idul Fitri, kita mengetahui bahwa ada barometer kehidupan yang selalu melekat menyertai kita yaitu fitrah. Kita juga akan selalu berkaca sepanjang tahun apakah perjalanan kehidupan kita telah sesuai sesuai dengan fitrahnya.

Dalam kegiatan sehari-hari, memang setiap manusia tidak akan terlepas dari kesalahan-kesalahan, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.

Seorang pemimpin mungkin pernah melakukan tindakan yang salah terhadap bawahannya. Begitu juga seorang bawahannya, mungkin tidak luput dari pekerjaan-pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh pimpinannya.

Kita berharap setelah menjalani puasa dan merayakan Idul Fitri, semua kesalahan-kesalahan itu jika bisa tidak terulang kembali sehingga semuanya bisa berjalan lancar.

Terkait dengan pemerintahan, minggu-minggu ini kita akan memasuki masa yang sangat penting, yakni dimulainya pemerintahan oleh pihak yang memenangkan pemilihan presiden dan wakil presiden beberapa waktu lalu.

Sebagai pemerintahan baru, tentunya akan terjadi pula perombakan dalam jajaran kabinet. Mungkin akan ada pergantian pejabat di lingkungan sebuah departemen.

Perombakan itu secara logis akan menimbulkan konsekuensi berupa kenaikan jabatan atau penurunan dan rotasi jabatan terhadap seorang karyawan.

Sebagai seorang manusia, boleh saja setiap karyawan berharap akan mendapatkan posisi yang lebih baik lagi di lingkungan tempat kerjanya selama ini. dia juga berhak melakukan berbagai upaya untuk mencapai targetnya itu.

Namun, yang perlu diingat, hendaknya berbagai upaya yang dilakukannya itu masih berada pada koridor hukum dan kehidupan sosial. Janganlah upaya-upaya yang dilakukan itu justru menjerumuskannya ke pengadilan serta menyakiti banyak pihak lainnya. Makna perayaan Idul Fitri harus difahami benar oleh setiap orang dalam menjalan kegiatannya.

Kita juga perlu diingatkan bahwa jabatan itu adalah suatu amanah dan amanah adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya hingga tidak melenceng.

Karena itu, kepada pihak yang mungkin akan mendapat jabatan baru, janganlah langsung takabur karena justru dia akan diberikan amanah yang lebih besar lagi dan tentunya hal itu harus dipertanggungjawabkan kepada pimpinan.

Kepada pihak yang mungkin akan tergusur atau tidak lagi menduduki jabatan baru, tak perlu berkecil hati. Kita harus menerimanya dengan hati suci dan bersih. Toh pengabdian tidak hanya bisa dilakukan melalui satu jalan saja. Masih banyak jalan lain yang bisa dtempuh untuk mencapainya.

Semoga, dengan hikmah Ramadhan dan Idul Fitri yang baru saja kita lewati, kita dapat melakukan setiap pekerjaan dengan lebih baik lagi di masa mendatang.

Leave a Reply