Tuesday - October 27th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Indonesia Butuh Industri Hilir Atsiri
Post Info Tuesday, October 27th, 2009 08:59 by agroindonesia Print Print this page

Indonesia terancam menjadi pasar bagi produk hilir minyak atsiri jika tidak ada pengembangan terhadap investasi di industri hilir atsiri.

 

“Jika tidak ada investasi di industri hilir, dalam tempo lima tahun kita akan menjadi pasar bagi produk hilir atsiri dari Cina dan India,” ujar Ketua Dewan Atsiri Indonesia (DAI), Wien Gunawan, dalam seminar internasional tentang pengembangan industri minyak atsiri yang berkesinambungan, di Bogor, Senin (26/10).

Menurut Wien, minimnya pelaku di industri hilir atsiri disebabkan oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang ingin hal-hal yang simple, termasuk dalam melakukan kegiatan bisnis.

“Mereka enggan untuk melakukan penngolahan lebih lanjut karena dalam bentuk mentah saja, produk atsiri banyak diminati di pasar internasional,” katanya.

Rendahnya sikap masyarakat untuk mengembangkan industri hilir atsiri juga disebabkan oleh kondisi yang dialami bangsa Indonesia sejak dulu, yang dicekoki oleh bangsa-banga penjajah dengan produk-produk jadi.

Minimnya pelaku di industri hilir atsiri diakui Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM), Departemen Perindustrian, Fauzi Azis.

“Kita masih lemah di produk hilir. Padahal pasarnya cukup besar,” ujar Fauzi.

Dia mengakui saat ini sekitar 90% kebutuhan minyak atsiri mentah dunia dipasok oleh Indonesia. “Tetapi sebaliknya, Indonesia mengimpor 100% kebutuhan produk hilir atsiri nasional,” paparnya.

Untuk menarik minat investor terjun ke produk hilir Atsiri, ungkap Fauzi, pemerintah sedang memikirkan berbagai kebijakan berupa insentif.

“Insentifnya mungkin saja bukan berupa pengurangan pajak. Tetapi berupa pengurangan suku bunga pinjaman serta bantuan penyediaan lokasi oleh pemerintah setempat.” paparnya.

Selain itu, upaya pengembangan industri minyak atsiri juga dilakukan dengan menerapkan sistem kultiva di berbagai sentra produsen komoditi tersebut.

Dengan sistem kultiva, ungkap Fauzi, semua pihak yang terlibat dalam industri atsiri, mulai dari petani, penyuling, pengumpul, pedagang dan pelaku industri, saling menguntungkan. Buyung

 

 

 

Leave a Reply