Tuesday, October 27th, 2009 15:28 by
agroindonesia
Print this pageAda yang menarik dalam sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), usai dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia untuk periode 2009-2014. Salah satu penggalan dari sambutannya itu, SBY mengatakan kalau pekerjaan besar belum selesai.
Presiden SBY tampaknya ingin mengungkapkan kalau sejumlah pekerjaan besar yang telah dilakukannya sejak menjabat sebagai Presiden RI periode 2004-2009 masih belum sampai pada target yang ditentukan. Karena itu, SBY ingin di masa jabatannya yang kedua itu, pekerjaan besar tersebut bisa mencapai sasarannya.
Tak bisa dipungkiri, salah satu pekerjaan besar yang belum selesai itu adalah pembangunan perekonomian bangsa Indonesia yang dapat mensejahterakan seluruh rakyat negeri ini.
Untuk menuntaskan pekerjaan besar itu, tentulah SBY sangat mengharapkan kecakapan dan kelihaian para menteri di jajaran Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, yang menjadi pembantunya dalam memenuhi kewajibannya sebagai Presiden RI.
Memang, harapan SBY itu sudah mulai dilaksanakan para menterinya, terutama di tim ekonomi dengan memaparkan tekad mereka menyelesaikan tugas besar tadi, khususnya dalam 100 hari mendatang.
Lihat saja program 100 hari Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Dalam 100 hari ke depan, Darwin bertekad akan menginventarisasi persoalan seputar energi dan sumber daya mineral secara umum maupun tantangan yang dihadapi di lingkungan internal departemen yang dipimpinnya. Dia juga akan memprioritaskan bagaimana meningkatkan produksi migas dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Sementara Menteri Pertanian Suswono menyatakan akan memprioritaskan audit lahan pertanian. dia ingin membuktikan apakah luas lahan baku pertanian (untuk komoditas padi) mencapai 7 juta hektar, seperti yang sering disebutkan selama ini. Padahal, menurut data alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian, tiap tahun mencapai 100.000 hektar dan pencetakan sawah baru minim.
Suswono juga bertekad mendorong peningkatan nilai tambah dari komoditas petani. Selama ini produk pertanian yang dijual atau ekspor dalam bentuk komoditas primer, yang tidak memberikan nilai tambah dan menumbuhkan industri pengolahan.
Sedangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menetapkan tiga program prioritas yang akan dilaksanakan, yakni peningkatan pendapatan nelayan dan fasilitas infrastruktur di daerah pesisir. Selain itu, pengelolaan pulau-pulau, termasuk penyelesaian penamaan pulau.
Kita berharap program kerja yang dicanangkan sejumlah menteri itu tidak hanya sebatas jargon atau sebatas dilakukan selama 100 hari pertama saja.
Pemerintahan ini akan berjalan hingga 2014 nanti, sehingga semua program kerja paling tidak harus mengacu hingga lima tahun kedepan untuk kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan lainnya.
Jika semua unsur, baik aparat pemerintah, pengusaha dan masyarakat mau bekerja keras secara bersama-sama, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 % yang dicanangkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa bukanlah hal sulit untuk dicapai.