<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pemerintah Siap Hapus Segmentasi Gula</title>
	<atom:link href="http://agroindonesia.co.id/2009/10/27/pemerintah-siap-hapus-segmentasi-gula/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agroindonesia.co.id/2009/10/27/pemerintah-siap-hapus-segmentasi-gula/</link>
	<description>AgroIndonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jan 2012 23:03:35 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: Adig Suwandi</title>
		<link>http://agroindonesia.co.id/2009/10/27/pemerintah-siap-hapus-segmentasi-gula/comment-page-1/#comment-1252</link>
		<dc:creator>Adig Suwandi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 02:55:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agroindonesia.co.id/?p=1190#comment-1252</guid>
		<description>Perdebatan Impor Harus Produktif

&quot;Jadi? Buat PTPN, impor gula putih memang lebih enak ketimbang gula mentah. Maklum, tinggal jual dan tak perlu repot keluar biaya giling, meski boros devisa dan nilai tambah dinikmati negara asing. Kelakuan PTPN memang sudah bisa ditebak. Maklum, di belakang mereka adalah para pedagang yang memodali impor.  Penyeimbangan neraca gula juga bisa memupus harapan untung besar dari spekulasi pasar&quot;, kata Agroindonesia, 27/10/2009.

Dalam alam demokrasi dan keterbukaan seperti sekarang, pendapat seperti di atas sah-sah saja.  Hanya saja, apakah pendapat tesebut accountable atau tidak, itu yang harus dibuktikan.  Karena itu perdebatan tentang impor gua harus produktif, bukan provokatif.  PTPN XI tidak ikut impor raw sugar bukan karena ingin impor gula kristal putih.  Ada beberapa faktor penyebab yang perlu anda ketahui semua : (1) Giling sebagian PG hampir berakhir saat pemerintah merencanakan kebijakan impor raw sugar ; (2) PG tidak didesain untuk mengolah raw sugar, sehingga kalau pun ada raw sugar mesti diolah bersama tebu dalam rangka mengatasi idle capacity.

Untuk mengurangi impor jelas sejak awal saya katakan bahwa semua industri gula rafinasi harus membangun kebun tebu sendiri, bukan mengandalkan bahan baku dari impor raw sugar secara terus-menerus.  Ketentuan ini harus berlaku untuk investasi baru, pabrik yang sudah ada, maupun pabrik yang berniat meningkatkan kapasitas produksi.  Ini baru logis, jangan asal tuduh PTPN berkeinginan impor gula kristal putih dan menghindar raw sugar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perdebatan Impor Harus Produktif</p>
<p>&#8220;Jadi? Buat PTPN, impor gula putih memang lebih enak ketimbang gula mentah. Maklum, tinggal jual dan tak perlu repot keluar biaya giling, meski boros devisa dan nilai tambah dinikmati negara asing. Kelakuan PTPN memang sudah bisa ditebak. Maklum, di belakang mereka adalah para pedagang yang memodali impor.  Penyeimbangan neraca gula juga bisa memupus harapan untung besar dari spekulasi pasar&#8221;, kata Agroindonesia, 27/10/2009.</p>
<p>Dalam alam demokrasi dan keterbukaan seperti sekarang, pendapat seperti di atas sah-sah saja.  Hanya saja, apakah pendapat tesebut accountable atau tidak, itu yang harus dibuktikan.  Karena itu perdebatan tentang impor gua harus produktif, bukan provokatif.  PTPN XI tidak ikut impor raw sugar bukan karena ingin impor gula kristal putih.  Ada beberapa faktor penyebab yang perlu anda ketahui semua : (1) Giling sebagian PG hampir berakhir saat pemerintah merencanakan kebijakan impor raw sugar ; (2) PG tidak didesain untuk mengolah raw sugar, sehingga kalau pun ada raw sugar mesti diolah bersama tebu dalam rangka mengatasi idle capacity.</p>
<p>Untuk mengurangi impor jelas sejak awal saya katakan bahwa semua industri gula rafinasi harus membangun kebun tebu sendiri, bukan mengandalkan bahan baku dari impor raw sugar secara terus-menerus.  Ketentuan ini harus berlaku untuk investasi baru, pabrik yang sudah ada, maupun pabrik yang berniat meningkatkan kapasitas produksi.  Ini baru logis, jangan asal tuduh PTPN berkeinginan impor gula kristal putih dan menghindar raw sugar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

