Thursday - November 5th, 2009
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Swasembada Beras Kembali Tercapai
Post Info Thursday, November 5th, 2009 17:07 by agroindonesia Print Print this page

Setelah mencapai swasembada beras pada tahun 2008, Indonesia diperkirakan akan kembali berswasembada pada tahun 2009. Berdasarkan Angka Ramalan III (ARAM III) Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi tahun ini sebesar 63,84 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau sebanyak 40 juta ton beras. Dengan jumlah itu akan ada surplus beras sekitar 3,5 juta ton.

Dirjen Tanaman Pangan, Departemen Pertanian, Sutarto Alimuso di Jakarta, Rabu (4/11) mengatakan, berdasarkan ARAM III yang diumumkan BPS menyebutkan, produksi padi tahun 2009 dibandingkan produksi 2008 terjadi peningkatan sebanyak 3,51 juta ton (5,83%).

”Peningkatan luas panen padi tahun ini karena terjadi opitmalisasi penggunaan lahan dan pencetakan lahan. Perbaikan jaringan irigasi juga berdampak pada peningkatan luas panen padi,” katanya.

Dukungan iklim yang baik membuat luas panen meningkat. Jumlah tanaman yang terkena kekeringan tahun ini kurang dari 150 ribu ha dan yang puso (rusak) sekitar 40 ribu ha. Jumlah itu lebih rendah dibandingkan angka rata-rata kekeringan pada lima tahun terakhir yang mencapai 200-300 ribu ha dan puso lebih dari 100 ribu ha.

ARAM III BPS menyebutkan, kenaikan produksi diperkirakan terjadi karena peningkatan luas panen seluas 515,31 ribu hektar (ha) atau 4,18% dan produktivitas sebesar 0,77 kuintal/ha (1,57%). Kenaikan produksi padi tahun 2009 tersebut diperkirakan terjadi di Jawa sebesar 2,13 juta ton (6,60%) dan di luar Jawa sebesar 1,38 juta ton (4,93%).

Di Jawa, peningkatan produksi disebabkan naiknya luas panen seluas 323,94 ribu ha (5,64%), dan produktivitas sebesar 0,51 kuintal/ha (0,91%). Di luar Jawa, kenaikan produksi terjadi karena peningkatan luas panen seluas 191,37 ribu ha (2,91%) dan produktivitas sebesar 0,83 kuintal/ha (1,95%).

Perkiraan kenaikan produksi padi tahun 2009 yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, dan Sulawesi Selatan. Sedangkan penurunan produksi diperkirakan terjadi antara lain di Provinsi Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.

Kenaikan produksi padi tahun 2009 sebesar 3,51 juta ton (5,83%) terjadi pada realisasi subround Januari-April sebesar 1,37 juta ton (4,87%) dan subround Mei-Agustus sebesar 1,40 juta ton (6,70%) serta perkiraan subround September–Desember sebesar 0,74 juta ton (6,59%) dibandingkan dengan produksi pada subround yang sama tahun 2008 (year on year).

Jagung dan kedelai

Sementara itu, dalam ARAM III, BPS memperkirakan produksi jagung tahun 2009 sebesar 17,66 juta ton pipilan kering. Dibandingkan produksi tahun 2008, terjadi peningkatan 1,34 juta ton (8,22%). Kenaikan produksi diperkirakan karena peningkatan luas panen seluas 192,42 ribu ha (4,81%) dan produktivitas sebesar 1,32 kuintal/ha (3,24%).

Perkiraan kenaikan produksi jagung tahun 2009 yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Tengah, Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara penurunan produksi diperkirakan terjadi antara lain di Provinsi Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, dan Bengkulu.

Sedangkan ARAM III, produksi kedelai tahun 2009 diperkirakan sebesar 966,47 ribu ton biji kering. Dibandingkan produksi tahun 2008, terjadi kenaikan sebesar 190,76 ribu ton (24,59%). Kenaikan produksi tahun 2009 diperkirakan terjadi karena naiknya luas panen seluas 137,24 ribu ha (23,22%) dan produktivitas sebesar 0,14 kuintal/ha (1,07%).

Perkiraan kenaikan produksi kedelai tahun 2009 yang relatif besar terjadi di Provinsi Jawa Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Banten, dan Lampung. Sementara penurunan produksi diperkirakan terjadi antara lain di Provinsi Maluku Utara dan Papua Barat. Julian

One Response to “ Swasembada Beras Kembali Tercapai ”

  1. pupuk organik

    pupuk organik : Ironis sekali, memakai racun untuk meningkatkan produksi padahal dari sisi hasil sekarang sudah menurun karena tanah sudah tidak subur lagi akibat racun yang ditinggalkan pupuk kimia.

Leave a Reply