Tahun 2009 tinggal beberapa hari lagi berakhir dan tahun 2010 segera datang. Pergantian tahun merupakan hal normal yang rutin terjadi dalam suatu periode masa. Namun, pergantian tahun juga memberikan arti penting bagi kita untuk merefleksikan apa yang telah kita lakukan di tahun lalu dan apa yang akan kita capai di tahun yang baru nanti.
Hal itu juga berlaku bagi pemerintah. Apa yang terjadi di tahun 2009 mungkin bisa menjadi bahan pemikiran atau refleksi untuk melangkah di tahun 2010.
Tahun 2009 merupakan tahun penting bagi pemerintahan di negeri ini. Pasalnya, tahun 2009 merupakan tahun peralihan dari pemerintahan yang lama kepada pemerintahan yang baru terpilih lewat pemilu belum lama ini.
Walaupun tahun ini diwarnai dengan adanya pesta demokrasi berupa pemilihan anggota DPR-RI dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, harus diakui, ada sejumlah keberhasilan yang dicapai pemerintah, khususnya di bidang ekonomi, pada tahun ini.
Mempertahankan swasembada beras merupakan suatu keberhasilan tersendiri bagi pemerintah di tahun ini. ini membuktikan kalau program yang diterapkan terhadap produksi padi sudah berjalan di jalur yang benar.
Menurunnya tingkat ilegal logging di sektor kehutanan serta peningkatan upaya reforestasi juga tidak bisa diabaikan sebagai salah satu hal yang menonjol dari program yang dijalankan pemerintah.
Dari segi diplomasi, pemerintah juga sudah menujukkan kemajuannya. Keberhasilan pemerintah Indonesia menggolkan skema REDD sebagai salah satu acuan bagi penurunan emisi karbon di konferensi perubahan iklim di Kopenhagen, walaupun tidak diakui secara resmi, merupakan suatu prestasi tersendiri.
Namun, di balik kesuksesan itu, kita akui ada juga sejumlah kegagalan di bidang ekonomi yang terjadi pada tahun 2009 ini.
Isu utama yang menunjukkan kegagalan pemerintah dalam bidang ekonomi adalah kisruh di pengadaan gula putih. Akibat kesalahan dalam mengantisipasi, Indonseia harus rela menjadi negara peimpor gula putih di tahun 2010.
Padahal, di tahun 2009 ini, kita berhasil melakukan swasembada gula putih dengan hanya mengimpor raw sugar yang merupakan bahan baku dari gula rafinasi.
Selain itu, kisruh soal penanganan bailout bank Century juga mewarnai kekurangberhasilan pemerintah dalam menangani masalah di sektor finansial.
Memang, sebagai tahun peralihan, tidak relevan jika menyalahkan semua kegagalan tersebut kepada pemerintah SBY-Boediono yang baru seumur jagung. Namun, setidaknya, semua itu bisa menjagi dasar bagi pemerintah sekarang ini untuk mengambil langkah-langkah di tahun 2010.
Walaupun banyak pihak yang optimis, tahun 2010 juga penuh dengan tantangan yang bisa menggagalkan target-target yang dicanangkan pemerintah di bidang ekonomi. Dan untuk mengatasi semua tantangan itu tentunya dibutuhkan kesiapan dari pemerintah serta dukungan dari masyarakat luas.