Friday - January 22nd, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Revitalisasi Pupuk Butuh Investasi Rp 42,25 Triliun
Post Info Friday, January 22nd, 2010 07:44 by agroindonesia Print Print this page

Menteri Perindustrian MS Hidayat, mengatakan, dibutuhkan dana investasi minimal Rp 42,25 triliun untuk program revitalisasi pupuk di dalam negeri.

“Dengan investasi sebesar itu, diharapkan kapasitas produksi industri pupuk urea akan meningkat dari 8,05 juta ton menjadi 10,40 juta ton,” ujar MS Hidayat dalam pengarahannya pada Workshop Revitalisasi Industri Pupuk, Di Kementerian Perindustrian, Kamis (21/1).

Menurut Menperin, selain investasi sebesar Rp 42,25 triliun, untuk meningkatkan kapasitas produksi industri pupuk urea sesuai yang ditargetkan pemerintah, dibutuhkan pula peningkatan pasokan gas bumi dari 793 MMSCFD menjadi 981 MMSCFD.

Sementara untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK agar betambah sebanyak 1 juta ton, Menperin mengatakan dibutuhkan investasi senilai Rp1,93 triliun.

Program revitalisasi industri pupuk merupakan salah satu program prioritas nasional 100 hari pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu Jiid II, dimana Kementerian Perindustrian ditugaskan sebagai penanggungjawab dalam penanganan renasana aksi.

Terkait dengan hal itu, ungkapnya, Kementerian Perindustrian berusaha untuk mengamankan ketersediaan pasokan gas bumi untuk industri urea dalam jangka panjang.

Selain itu, Kementerian Perindustrian juga akan berusaha membantu ketersediaan sumber-sumber pendanaan dan dukungan perbankan untuk pembiayaan program revitalisasi pupuk. Buyung

Leave a Reply