Tuesday - January 26th, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
KAHMI Bangun Monumen Tanaman
Post Info Tuesday, January 26th, 2010 13:03 by agroindonesia Print Print this page

Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) membangun monumen tanaman sebagai wujud pemberdayaan masyarakat dan bentuk kepedulian organisasi tersebut terhadap permasalahan lingkungan.

http://agroindonesia.co.id/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gifKetua pimpinan kolektif KAHMI, Abidinsyah Siregar, menyatakan menurunnya kondisi lingkungan saat ini mendorong KAHMI untuk ikut secara aktif terlibat dalam penanganan berbagai permasalahan yang ada.

“Isu pemanasan global yang saat ini dihadapi oleh dunia perlu direspondengan cepat. Penanaman pohon dan pembangunan monumen tanaman yang dilakukan merupakan salah satu satu sumbangsih yang bisa dilakukan KAHMI,” kata dia saat pencanangan pembangunan monumen di hutan lindung Gunung Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/1).

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kehutanan Zukifli Hasan dan sejumlah tokoh KAHMI seperti Jimly Asidiqie dan Fuad Bawazier. Ketua pelaksana pembangunan monumen tanaman KAHMI, Dwi Sudharto menjelaskan, pembangunan monumen tanaman dilakukan dengan memanfaatkan dan yang berasal dari donatur yang peduli. Monumen tanaman dibangun dengan menggunakan dua pola. Yaitu pola pohon asuh untuk pohon yang ditanam sejak bibit dan pohon adopsi untuk pohon yang telah tumbuh dan berfungsi secara ekologis, ekonomi dan sosial dengan biaya Rp60.000/pohon untuk tiga tahun.

Dwi yang juga Direktur Pengukuhan dan Penatagunaan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan melanjutkan, yang membanggakan adalah besarnya sambutan yang datang terhadap kegiatan tersebut.

“Semula panitia merencanakan  sebanyak 1.000 pohon asuh, namun karena besarnya minat untuk donatur turut serta jumlahnya terus meningkat hingga mencapai3.312 pohon dari 184 donatur,” papar Dwi.

Kegiatan tersebut, ungkapnya, melibatkan masyarakat setempat yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan Wana Jaya sebagai bagiandari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu Menhut Zulkifli Hasan mengapresiasi inisitatif yang dilakukan KAHMI. Menurut dia, kegiatan tersebut adalah respon kongkret dalam mengurangi emisi karbon sebagai tindaklanjut dari Kesepakatan Kopenhagen (Copenhagen Accord) yang dihasilkan dalam konferensi perubahan iklim di Kopenhagen, Desember 2009.

“Penanggulangan permasalahan perubahan iklim juga termasuk salah satu agenda program kerja 100 hari menteri kehutanan. Hal itu dikarenakan sektor kehutanan memberi solusi yang signifikan, efektif dan efisien,” kata dia.

Indonesia sendiri berkomitmen untuk menurunkan emisi sebanyak 26% pada 2020 mendatang. Sektor kehutanan diharapkan berkontribusi sebanyak 14% dari pencapaian komitmen tersebut.

Menhut juga menyatakan, kegiatan penanaman pohon juga solusi yang tepat untuk memberdayakan masyarakat. Itu sebabnya, kebijakan yang diambil dirinya sebagai menteri kehutanan adalah membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk ikut mengelola hutan. Sugiharto

One Response to “ KAHMI Bangun Monumen Tanaman ”

  1. orangutan

    gitu dunk,, nanem pohon.. jangan ribut doang

Leave a Reply