Friday, February 19th, 2010 05:47 by
agroindonesia
Print this pageMenteri Perindustrian MS Hidayat, meminta perbankan nasional menghapus istilah sunset industry terhadap sejumlah sektor industri di dalam negeri sehingga industri tersebut bisa mendapatkan akses permodalan dengan lancar.
“Sebaiknya istilah tersebut dihapus saja,” kata MS Hidayat, di sela pembukaan Diklat Pengembangan Jasa Konsultasi IKM Angkatan V, di Jakarta, Kamis (18/2).
Selama ini, kalangan perbankan enggan mengucurkan kreditnya ke sejumlah sektor yang masuk dalam kategori sunset industry karena besarnya risiko mengalami kemacetan pembayaran.
Adapun industri yang digolongkan sunset industry oleh perbankan itu antara lain industri hasil hutan, industri kertas dan barang cetakan dari kertas, tekstil dan produk tekstil serta industri alas kaki
Untuk mendorong perbankan menghapus istilah tersebut dan mau mengucurkan kredit kepada industri-industri tersebut, ungkap MS Hidayat, pihaknya bersama dengan pelaku industri beberapa hari nanti akan menggelar presentasi kepada perbankan.
“Dalam presentasi itu, kami akan membeberkan kondisi industri terkini dan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mendorong perkembangan industri di dalam negeri,” paparnya.
Hiadyat menyatakan, industri yang ergolong dalam sunset industry ditandai dengan harga jual produknya yang jauh lebih tinggi dibandingkan produk serupa dari negara lain serta mesin-mesin yang digunakan sudah tua.
“Untuk itu, pemerintah akan memberikan bantuan kepada industri-industri tersebut dalam melakukan revitalisasi permesinannya,” ucapnya.
Bantuan juga akan diberikan kepada industri kecil dan menengah (IKM) agar kelompok industri ini bisa berkembang. Misalnya berupa bantuan pengembangan SDM dan permesinan. “Pengembangan IKM menjadi prioritas utama dalam program pemerintah,” jelasnya.
Menurut Hidayat, pengembangan IKM amat diperlukan mengingat industri ini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi Indonesia. “Jika perkembangan IKM mengalami penurunan, maka perkembangan ekonomi akan terganggu,” ujarnya. Buyung