Tuesday - March 23rd, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Menjalankan Pekerjaan sebagai Ibadah
Post Info Tuesday, March 23rd, 2010 23:08 by agroindonesia Print Print this page

Penanganan pasca panen sepintas masalah kecil, namun jika tidak diatasi, bisa menjadi masalah besar. Buah-buahan, misalnya. Jika tidak disortir dengan baik, maka dapat mengurangi nilai jual. Begitu juga hilangan hasil pada saat petani padi panen dapat memproduksi secara nasional.

Kehadiran Direktorat Penanganan Pasca Panen, Ditjen Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Kementerian Pertanian, dirasakan penting, dan dalam lima tahun terakhir ini hasil kerjanya mulai terlihat, terutama petani atau kelompok tani beberapa provinsi sering mendapat jatah terpal.

Terpal yang diberikan pemerintah ini dapat dijadikan sebagai lantai jemur bagi petani padi, bisa juga bagi petani kakao untuk menjemur kakaonya atau untuk lantai jemur jagung. Dan tidak menutup kemungkinan terpal dimanfaatkan untuk atap jika ada hajatan di kampung. Intinya, adalah terpal serba-guna.

Direktur Penanganan Pasca Panen, Agustin Zein Karnaen, mengatakan, dengan adanya alat bantu jemur (terpal) kehilangan pada saat pasca panen dapat ditekan. Sebagai contoh, kehilangan hasil pada saat panen padi, data menyebutkan mencapai 20,51%, tetapi kini dapat ditekan menjadi 10,20 %.

Menurut lulusan Fatemeta IPB tahun 1978 ini terpal, salah satu komponen untuk menekan kehilangan hasil pasca panen padi, faktor lain adalah alat bantu perontok, dan sabit begerigi merupakan hal yang tidak bisa terlepas dari penanganan pasca panen.

Untuk komoditas tanaman pangan, memang sementara ini yang diprioritaskan adalah padi, namun untuk komoditi lain seperti jagung kedelai tetap diupayakan untuk ditekan kehilangan hasilnya.

Begitu juga terhadap komoditi lain perkebunan seperti kakao, kopi dan karet. Untuk komoditi hortikultura, penanganan pada sayuran mayur dan buah-buahan serta komoditi peternakan.

Agustin lahir di Ciamis, 27 Agutus 1954 ini. Dia menyebutkan menangani masalah pasca panen sebenarnya tidak tidak terlalu sulit dan batuh tingkat kesabaran. Meninggat untuk merubah kebiasaan petani butuh waktu yang cukup lama. Namun hal lain yang perlu diperhatikan dibenahi adalah pola pikir petani jangan hanya terkesan bercocok tanam saja. Untuk itu perlu dilakukan penyuluhan agar pola pikir petani menjadi luas.

Pria yang suka jogging ini menyelesaikan pendidikan S-2 di Universitas Colorado State, Amerika Serikat, jurusaan Agricultural Engineering, tahun 1991 banyak mengalami perubahan sejak tampil sebagai direktur. Meskipun kesibukannya segudang, namun dia selalu berusaha mendekatkan diri pada Allah. Tidak mengherankan tampilan dan tutur katanya lebih agamis.

“Umur saya sudah kepala lima. Jadi saya berkerja sambil beribadah. Kita kerja harus ikhlas,” katanya. Berikut petikan wawancaranya dengan Agro Indonesia.

Sejak menjadi pejabat, Anda dinilai banyak orang berubah. Bicara Anda lebih ke masalah agama. Pendapat anda bagaimana?

Perubahan ini merupakan perjalanan hidup manusia. Apalagi usia saya sekarang sudah kepala lima, jadi memang kita harus lebih banyak mendakatkan diri pada Allah. Perubahaan ini bukan dikarenakan saya memegang jabatan. Artinya, setelah jabatan selesai saya tetap tampil seperti ini. Perubahaan ini merupakan hidayah bagi saya.

Apakah pekerjaan Anda sebagai sebagai ibadah?

Iya, kerja sekarang bagi saya adalah ibadah. Kalau ibadah berarti saya harus ikhlas. Dan Insya Allah yang saya kerjakan bersama teman-teman yang lain memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat.

Apakah konsep Anda bekerja?

Zikir, berpikir dan ikhlas. Dengan berpikir maka kita dapat melakukan pekerjaan atau membuat konsep pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsi dari pekerjaan. Zikir merupakan jalan untuk melancarkan dari pekerjaan kita dan ikhlas adalah melapangkan dada agar apa pun hasil dari pekrjaan yang kita bekerja harus ikhlas menerimanya.

Apa yang Anda rasakan hasil dari yang dikerjakan selama menjabat?

Dalam pekerjakan penanganan pasca panen, priotitas kami adalah menekan kehilangan hasil pada saat panen padi. Menurut data BPS, kehilangan hasil pasca panen pada padi mencapai 20,51%, namun tahun 2008 kehilangan pasca panen bisa kita turunkan menjadi 10,20%. Pada tahun-tahun mendatang kita masih targetkan terjadi penurunan pasca panen minimal 0,5%/tahun.

Kenapa yang diprioritaskan hanya komoditi padi?

Karena kita mendukung program pemerintah yang meningkatkan produksi padi. Dan peningkatan produksi gabah sekarang harus diakui ada kontribusi dari penanganan pasca panen itu.

Apa yang menjadi pendukung turunan kehilangan hasil tersebut?

Kita memberikan bantuan peralatan pasca panen. Dulu, petani panen pakai alat anai-anai, sekarang mereka pakai sabit bergerigi. Dulu petani tidak menggunakan mesin perontok, kita mereka pakai mesin dan ditambah lagi dengan lantai jemur yaitu terpal. Kehilangan hasil pada jagung saat panen mencapai 20%-40% dan tiap tahun ditargetkan turun 2%-5%.

Untuk komoditi jagung, apa yang sudah Anda lakukan untuk menekan kehilangan hasil?

Kita sudah memberikan bantuan sebanyak 56 unit silo untuk 50 kabupaten. Alat ini sangat berguna bagi petani dalam mengusahakan komoditi jagung. Kita kerja memang harus integrasi dengan unit kerja yang lain, karena itu program penanganan pasca panen tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Apa hanya komoditi tanaman pangan saja yang Anda tangani?

Oh, tidak. Kita menangani semua komoditi pertanian, seperti perkebunan, hortikultura dan peternakan. Untuk komoditi perkebunan seperti karet, kakao kita targetkan kehilangan hasil turun 2%-3%/tahun. Komoditi terutama penanganan saat peningirimkan kita tekan turun 2%. Begitu juga dengan komoditi peternakan.

Untuk komoditi lain selain padi, belum terlihat hasil yang Anda kerjakan. Bagaimana pendapat anda?

Untuk mengukur hasil dari satu pekerjaan harus ada indikatornya. Untuk komoditi padi kenapa lebih menonjok karena komoditi ini stategis yang selalu disoroti masyarakat. Komoditi lain di luar tanaman pangan, sebenarnya juga banyak yang merubah, namun perubahaan ini belum maksimal.

Kendala apa saja yang anda hadapi dalam menjalankan tugas ?

Image pertanian adalah bercocok tanam yang perlu kita ubah. Untuk itu kami bekerjasama dengan para penyuluh, agar petani diberi penyuluhan mengenai pertanian secara luas. Jamalzen

Leave a Reply