Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), Rabu (31/3), resmi diluncurkan pengoperasiannya. Peresmian operasional bursa itu dilakukan langsung oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.
.Dalam sambutannya, Mendag menyatakan BKDI dapat dijadikan instrumen bagi terciptanya referensi harga komoditas primer di dalam negeri maupun luar negeri. ”Harga yang tercantum di BKDI juga bisa dijadikan alat bagi petani untuk melakukan bargaining harga dalam menjual hasil panennya,” ujar Mari.
Sementara itu Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Deddy Saleh mengatakan pendirian BKDI merupakan salah satu upaya agar Indonesia bisa menjadi pusat referensi harga komoitas primer di pasar internasional.
”Indonesia merupakan salah satu negara produsen utama komoditas primer di dunia, seperti CPO, timah, batubara, kopi dan kakao. Namun, refrensi harga komoditas tersebut masih berada di pasar negara lain,” ujarnya.
Karena itu, Dedy berharap kehadiran bursa berjangka baru ini bisa mendorong produsen dalam negeri mengalihkan transaksi yang sebelumnya dilakukan di luar negeri ke dalam negeri. Banyaknya transaksi tersebut akan mendorong target Indonesia menjadi pusat referensi harga produk komoditi di dunia.
BKDI yang baru saja mendapat izin operasi bursa berjangka, baru ditargetkan mulai beroperasi September mendatang dengan transaksi awal perdagangan minyak sawit mentah dan emas.
Setidaknya ada sebelas perusahaan yang menjadi anggota bursa itu, antara lain PT Kreasi Era Baru, PT Interlink Data Services, PT Galery, PT Indonesia Bullions, PT Logam Mulia Pratama, PT Gold Rush 21, PT Indonesia Gold Dinar, dan PT Gold For Gold.. Buyung