Tuesday - May 4th, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Tiga Investor Asing Siap Masuk ke Industri Kulit Indonesia
Post Info Tuesday, May 4th, 2010 07:29 by agroindonesia Print Print this page

Tiga investor asing, masing masing dua dari Taiwan dan satu dari Hongkong, berminat menanamkan investasinya di sektor industri perkulitan di Indonesia dengan merelokasi pabriknya dari Vietnam.

. “Ketiga investor itu sudah menyatakan minatnya untuk membangun pabrik pengolahan kulit di Indonesia,” ujar Ketua Umum Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI), di Jakarta, Senin (3/5).

Walaupun begitu, menurut Senjaya, ketiga investor itu kini masih bertindak wait and see karena mereka ingin mengetahui dulu kondisi di Indonesia, apakah iklim investasinya bagus atau tidak.

“Mereka ingin melihat bagaimana peraturan yang ada, ketersediaan sarana infrastruktur dan peraturan ketenagakerjaannya,” paparnya. Pengamatan itu amat diperlukan mengingat mereka tidak ingin kegagalan yang dialami di Vietnam terulang lagi di Indonesia.

Jika ketiga investor itu jadi masuk ke Indonesia, maka setidaknya mereka masing-masing akan menginvestasikan dananya sebesar 10 juta dolar AS hingga 20 juta dolar AS untuk pembangunan pabrik kulit di Indonesia.

Menurut Senjaya, saat ini, di sektor perkulitan sudah ada investor baru dari Hongkong. Yakni Tonghong, yang sudah memastikan masuk ke Indonesia. Perusahaan ini akan menginvestasikan dana sekitar 20 juta dolar AS untuk pendirian pabrik kulit untuk sepatu sport.

“Pabriknya sedang dibangun di daerah Serang dan mungkin bisa beroperasi pada tahun depan,” paparnya.

Sementara itu Dirjen Industri Logam, Mesin,Tekstil dan Aneka, Ansary Bukhari, menyatakan kondisi ekonomi nasional yang membaik memicu terjadinya relokasi industri alas kaki dan kulit ke Indonesia sehingga omzet penjualan industri alas kaki mencapai Rp4,6 triliun pada kuartal pertama tahun 2010 aatau meningkat 10% dibandingkan kuartal pertama tahun ini.

Dia memperkirakan pasar ekspor alas kaki Indonesia paa tahun 2010 mencapai 2 miliar dolar AS atau meningkat 11% dibandingkan tahun 2009.

“:Kami juga ingin meningkatkan penguasaan pasar dalam negeri dari sebelumnya dibawah 50 persen menjadi 60 persen,” ujarnya. Salahs atu strateginya adalah dengan menggelar banyak pameran, seperti pemeran “Gelar Sepatu, Kulit dan Produk Indonesia 2010” yang akan digelar tanggal 6-9 Mei 2010 di Balai Sidang Jakarta (JCC). Buyung

Leave a Reply