Thursday - May 27th, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Konsumsi Beras Ditargetkan Turun 1,5% pertahun
Post Info Thursday, May 27th, 2010 10:46 by agroindonesia Print Print this page

Konsumsi beras masyarakat bangsa Indonesia terbilang sangat tinggi. Bayangkan saja, tiap tahun satu orang menghabiskan 139 kg. Jumlah ini termasuk terbesar di Asia. Bangsa Malaysia saja hanya sekitar 80-90 kg/kapita/tahun. Karena itu pemerintah menargerkan penurunan konsumsi beras 1,5% pertahun.

Menteri Pertanian, Suswono mengatakan, meski Indonesia mempunyai suberdaya alam cukup beragam. Namun bangsa Indonesia belum memanfaatkan denan baik. Contohnya, pangan masyarakat masih tergantung pada beras.

Lihat saja konsumsi beras masyarakat mencapai 139 kg/kapita/tahun. Jumlah ini termasuk yang terbesar dibandingkan negara-negara Asia lainnya. Padahal dengan terus meningkatnya pertumbuhan penduduk, kebutuhan beras bakal makin melonjak. Bahkan menjadi beban nasional yang berat.

“Karena itu kita menargetkan konsumsi beras dapat turun sebesar 1,5% pertahun,” katanya saat membuka sidang Regional Dewan Ketahanan Pangan 2010 di Jakarta, Selasa (25/5).

Suswono mengajak semua pihak, termasuk pemerintah daerah mendorong percepatan pengurangan konsumsi beras perkapita. Kemudian menggantikan dengan bahan pangan lokal dan menambah konsumsi bahan pangan seperti sayur, buah dan hasil ternak.

“Ini untuk meningkatkan keanekaragaman dan keseimbangan asupan gizi masyarakat,” ujarnya. “Dengan target ini saya yakin akan dapat mencapai kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tambah mantan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.

Untuk mencapai kemandirian pangan itu, pemerintah meminta Pemda segera mengeluarkan regulasi/kebijakan (perda) yang kondusif bagi pengembangan usaha pertanian. Bukan hanya itu Suswono juga meminta Pemda membangun kawasan sentra ternak sapi potong yang bersinergi dengan sentra jagung, serta industri pengolahan di pedesaan.

Selain itu mendorong akses petani/peternak ke sumber permodalan/kredit, mendukung alokasi APBD yang cukup dan pemanfaatannya disinergikan dengan dana APBN. “Kita juga minta Pemda untuk penataan lahan pertanian, serta mengendalikan laih fungsi lahan,” katanya.

Sementara data yang diperoleh Agro Indonesia, hasil sensus nasional Badan Pusat Statistika (BPS) terhadap perkembangan konsumsi pangan penduduk Indonesia dari 2003-2008 menunjukkan konsumsi pangan berbasai sumberdaya lokan menurun.

Contohnya kelompok pangan umbi-umbian. Konsumsi singkong pada 2003 sebanyak 11,96 kg/kapita/tahun. Sempat naik pada tahun 2005 sebanyak 15,04 kg/kapita/tahun, tapi pada tahun 2007 turun menjadi 13,54 kg/kapita/tahun dan turun lagi menjadi 12,89 kg/kapita/tahun pada 2008. Begitu juga konsumsi ubi jalar. Pada 2005 masih sebanyak 5,37 kg/kapita/tahun tapi pada 2008 hanya 2,78 kg/kapita/tahun.

Kondisi ini berbeda dengan konsumsi pangan berbahan baku terigu. Pada tahun 2003 masih sekitar 7,21 kg/kapita/tahun, tapi pada tahun 2008 melonjak mencapai 11,21 kg/kapita/tahun. (Julian)


Leave a Reply