Tuesday - June 1st, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Prihatin Degradasi Lingkungan
Post Info Tuesday, June 1st, 2010 13:38 by agroindonesia Print Print this page

Cantik dan peduli lingkungan. Sebuah kombinasi yang seronok, tentu. Itulah Zukhriatul Hafizah. Sulit untuk beragumen tentang kecantikan Putri Indonesia Lingkungan 2009 ini. Fiza, demikian panggilan akrabnya juga membuktikan kepeduliannya terhadap lingkungan bukan cuma soal gelar.

Ditemui disela peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional di lobi kantor Kementerian Kehutanan, Fiza yang juga merupakan runner up 1 pemilihan Putri Indonesia itu dengan lugas menjelaskan betapa kayanya Indonesia dan kekhawatirannya terhadap degradasi lingkungan yang terjadi.

Berikut petikan wawancara dengan gadis kelahiran Bekasi, 8 Juli 1987 itu.

Anda tentu sering berkeliling Indonesia terkait dengan posisi sebagai Putri Indonesia Lingkungan 2009. Bisa diceritakan pengalaman apa saja yang Anda dapatkan?

Ya, memang sejak terpilih dari 28 finalis yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia, saya memang mendapat banyak kesempatan untuk mengunjungi berbagai lokasi di Indonesia. Sejak delapan bulan lalu, saya sudah melakukan berbagai kegiatan terkait isu-isu lingkungan.

Saya juga banyak berdiskusi dengan berbagai instansi yang terkait lingkungan, seperti Kementerian Lingkungan Hidup atau lembaga swadaya masyarakat. Begitu juga dengan pakar-pakar lingkungan.

Saya juga berkesempatan melakukan observasi lingkungan, seperti di kawasan pelestarian Tambling di Lampung. Di lokasi tersebut, kegiatan konservasi mencakup tumbuhan, laut dan ekosistem lainnya termasuk penyelamatan harimau sumatera. Kemarin, saya juga sempat melakukan kunjungan ke Batam melihat pengolahan sampah. Bagaimana sampah limbah cair bisa diolah menjadi pupuk cair, dan bisa diperoleh nilai ekonomis. Jadi, dari sampah bisa jadi harta karun. Saya juga sering berkunjung ke sekolah-sekolah untuk mengkampanyekan isu-isu lingkungan.

Dari pengalaman itu apa pandangan Anda soal isu lingkungan hidup di Indonesia?

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati. Sayangnya, banyak hal kontras yang saya lihat. Banyak ekosistem yang mengalami degradasi. Di Sungai Ciliwung saja, degradasi itu bisa dengan mudah terlihat. Begitu juga yang bisa dilihat di lokasi pertambangan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab saya sebagai duta lingkungan. Tanggung jawab saya untuk mengajak masyarakat dan generasi muda untuk lebih peduli terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi. Kita jangan sia-siakan kekayaan kenakeragamanhayati yang kita miliki. Alhamdulillah, banyak yang membantu, termasuk pejuang-pejuang lingkungan lainnya.

Menurut Anda, darimana sebaiknya upaya penyelamatan lingkungan dimulai?

Mulai dari pendidikan dasar. Kita mulai dari sekolah-sekolah. Saat ini pemerintah dan berbagai pihak sudah membuat peraturan dan program-program untuk perlindungan lingkungan. Jadi, perlu ditambah dengan pendidikan anak sekolah dasar. Karena pendidikan dasar akan berpengaruh ke masa depan.

Pendidikan yang diberikan bukan hanya menjelaskan, tapi juga harus variatif dan praktek langsung ke alam. Ke depannya, saat mereka jadi penentu kebijakan, pasti akan menjalankan program yang terkait lingkungan karena sudah cinta.

Khusus untuk kelestarian satwa liar, dari mana cara yang paling efektif untuk melestarikannya?

Ya, Indonesia memang kaya dengan keragaman hayati satwa lair. Burung saja kita punya lebih dari 1.600 jenis burung yang merupakan terbesar ke empat di di dunia. Yang membuat prihatin adalah banyaknya satwa langka yang justru dipelihara di rumah atau bahkan diperjual-belikan.

Memang, mereka beralasan kalau memelihara satwa liar bagian dari kecintaan. Tapi kecintaan seharusnya diekspresikan dengan memberikan kesempatan satwa liar berada di alam. Ibarat punya istri, tapi istrinya di kurung di rumah aja, ya buat apa? Tidak bisa memberi manfaat untuk lingkungan. Menempatkan satwa liar dalam kandang berarti menggangu keseimbangan alam, karena menghilangkan peran satwa tersebut di alam.

Bagaimana Anda melihat peran multipihak dalam penyelamatan lingkungan khususnya sektor privat?

Kerjasama antara stakeholders memang perlu dirangkai. Dan itu positif dari sisi lingkungan, asal tidak melanggar ketentuan. Saat ini sudah mulai banyak perusahaan yang melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dengan melakukan kegiatan pelestarian lingkungan seperti penanaman mangrove.

Perusahaan tambang, misalnya. Dampak akibat pertambahan parah banget. Limbahnya, kualitas air menurun dan jadi kuning. Mereka tentu harus bertanggung jawab terhadap hal itu.

Perusahaan itu memang jangan hanya memikirkan keuntungan, tapi juga harus memerhatikan lingkungan dan masyarakat. Ini sesuai dengan teori corporate social responsibility (CSR) dengan triple bottom line CSR dengan keseimbangan profit, planet dan people.

Gelar Anda pasti berakhir, selanjutnya apa yang akan Anda lakukan?

Saya memang pasti diganti dengan generasi yang lebih muda. Jika sebelumnya kepedulian lingkungan saya hanya pada pada area pribadi, seperti dengan menghemat listrik dan menanam pohon, dengan menjadi Putri Indonesia Lingkungan, kepedulian terhadap lingkungan yang lebih luas sudah tumbuh dalam diri saya. Yang pasti saya tidak mau gelar hilang kemudian sibuk cari kerja yang lain. Di sini saya tegaskan, saya tetap akan ingin menjalankan misi lingkungan.

Saya ingin menjadi duta indonesia di konfrensi mengenai lingkungan sehingga wanita Indonesia punya peran lingkungan hidup yang lebih besar ke depan. Ke depan, saya dan teman-teman, seperti dari Abang None, juga akan bergabung terkait program lingkungan dan pendidikan. Kami memang punya kesibukan masing-masing tapi meningkatkan kepedulian lingkungan sudah menjadi niat kami. Sugiharto

Leave a Reply