Wednesday - June 9th, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Tahun 2011, Anggaran Kementan Naik 74,84%
Post Info Wednesday, June 9th, 2010 16:50 by agroindonesia Print Print this page

Anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun depan bakal naik pesat. Bappenas dan Kementerian Keuangan akan mengalokasikan anggaran sebanyak Rp14,04 triliun atau naik 74,84% dari tahun lalu.

Menteri Pertanian, Suswono mengatakan, kenaikan alokasi anggaran tahun 2011 itu mengacu surat edaran bersama (SEB) Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan No.018/M.PPN/04/2010, SE-120/MK/2010 tanggal 6 April 2010. Surat edaran tersebut mengenai Pagu Indikatif dan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2011.

“Dalam surat edaran bersama itu dicantumkan bahwa Kementerian Pertanian memperoleh pafu Rp14,04 triliun yang berarti naik 74,84% dibandingkan 2010,” kata Suswono dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Senin (7/6).

Rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, M. Jafar Hafsah sempat diskor 30 menit. Rapat yang harusnya mulai pukul 10.00 wib baru dimulai pukul 10.30 wib karena anggota dewan belum memenuhi korum.

Suswono mengatakan, anggaran tersebut direncanakan untuk melaksanakan kegiatan prioritas, terutama mengatasai masalah fundamental, menjawab tantangan dan melaksanaka kegiatan lanjutan. Beberapa kegiatan yakni, perbaikan infrastruktur lahan dan irigasi, pembangunan embung, penyelamatan sapi betina produktif, pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) sebanyak 10 ribu Gapoktan/desa.

Pemerintah akan melanjutkan penumbuhan Lembaga Mandiri yang Mengakar di Masyarakat (LM3) sebanyak 1.290 LM3, Sarjana Penggerak Membangun Desa (S/PMD) 849 PMD, bantuan benih untuk Sekolah Lapang Pengelolaan Tanamn Terpadu (SLPTT) untuk 2,2 juta hektar (ha) tanaman padi inbrid, 250 ribu ha padi hibdrida, 175 ribu ha jagung hibrida, dan 300 ribu ha kedelai.

Anggaran tersebut kata Suswono, juga akan digunakan untuk pemberian insentif bagi petugas lapangan. Misalnya, bantuan operasional bagi 27.393 penyuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tunjangan 19.149 Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantuan Penyuluh (THL-TB), pengawas benih sebanyak 688 orang dan petugas inseminator.

Pemerintah juga akan memberikan insentif untuk mantri tani 3.200 orang dan mantri statistik 3.200 orang, tenaga medik dan paramedik sebanyak 410 orang. Selain itu untuk petugas pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) 2.896 PNS dan 1.144 tenaga harian lepas.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, M. Jafar Hafsah menyatakan, anggota dewan menerima usulan pagu indikatif rencana kerja pemerintah 2011 untuk Kementerian Pertanian sebanyak Rp14,04 triliun. “Anggaran itu akan dibahas hingga Oktober mendatang,” kata anggota dewan dari Partai Demokrat itu. (Julian)

Leave a Reply