Monday - June 14th, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Pertanian Terbukti Mampu Jadi Penggerak Ekonomi
Post Info Monday, June 14th, 2010 16:33 by agroindonesia Print Print this page

Sebagai salah satu sentra pertanian, Propinsi Jawa Timur masih menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan pembangunan. Harus diakui, selama ini pertanian mempu menjadi penggerak utama pembangunan  ekonomi nasional.

Kekuatan pertanian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi telah terbukti pada saat Indonesia dilanda krisis ekonomi. Ketika sektor lain ambruk, sektor pertanian justru masih tetap tumbuh dengan baik. Sektor pertanian menjadi salah satu pemasok PDB, penampung tenaga kerja cukup besar dan pendulang devisa negara dari ekspor.

Sektor pertanian juga merupakan sektor utama perekonomian daerah dan secara inheren akan membangun sistem ketahanan pangan, budaya dan kelembagaan lokal serta berperan penting dalam pelestarian lingkungan hidup.

Prof. Budi Setiawan mengakui, sektor pertanian mampu meningkatkan perekonomian di Jawa Timur. Berikut petikan wawancara Agro Indonesia dengan Guru Besar Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang yang rendah hati tersebut.

Bagaimana Anda bisa menyatakan bahwa sektor agribisnis mampu meningkatkan perekonomian di Jawa Timur?

Pada masa krisis ekonomi dan moneter, di mana sektor lain mengalami pertumbuhan negatif, sektor pertanian masih mampu tumbuh positif yang ditunjukkan pada PDB pertanian nasional tumbuh rata-rata 0,8% per tahun. Sampai saat ini peranannya dalam pembangunan nasional masih cukup penting, terutama pada pembentukan PDB, penyediaan bahan pangan dan industri, perolehan devisa, sumber pendapatan masyarakat, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan serta penciptaan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan sektor lainnya.

Menurut Anda seberapa jauh ketangguhan sektor pertanian?

Ketangguhan sektor pertanian diindikasikan oleh kemampuannya untuk tumbuh secara positif, yakni sekitar 0,22% pada saat krisis 1998, sementara perekonomian nasional secara agregat mengalami kontraksi cukup tajam, yaitu -13,70%. Dalam masa krisis tersebut, sektor pertanian masih mampu memberi kontribusi 18,84% serta penyerapan tenaga kerja sebesar 45% dari total penyerapan tenaga kerja secara nasional.

Apa upaya yang dapat dilakukan terhadap sektor ini untuk meningkatkan kontribusinya terhadap PDB?

Sampai saat ini sebagian besar penduduk masih menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, baik tanaman pangan, perkebunan, perikanan maupun peternakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kontribusinya terhadap PDB dan sekaligus sebagai sektor penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah adalah dengan mengembangkan komoditas unggulan. Pengembangan komoditas unggulan secara terintegrasi dalam sistem agribisnis, mulai dari sektor hulu sampai dengan hilir diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi wilayah, peningkatan pendapatan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.

Menurut pengamatan Anda bagaimana pembangunan usaha tani di negeri ini?

Pembanguanan sektor pertanian di Indonesia masih dianggap penting dalam pembangunan ekonomi karena potensi sumberdaya yang besar dan beragam, pangsa pasar terhadap pendapatan nasional cukup besar, besarnya penduduk yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini serta menjadi basis pertumbuhan perekonomian di pedesaan. Namun, pendekatan pembangunan yang menitikberatkan pada usahatani (produksi) telah menyebabkan ketimpangan terhadap pengembangan antarkomoditas, terutama komoditas pangan, khususnya padi, jauh berkembang dibandingkan dengan komoditas lainnya serta menimbulkan ketimpangan terhadap pertumbuhan ekonomi. Di samping itu, sebagian besar komoditas masih dipasarkan dalam bentuk produk primer dan sangat sedikit yang telah dipasarkan dalam bentuk sekunder, sehingga belum mampu memberi nilai tambah, angka pengganda dan keterkaitan terhadap sektor lain yang cukup berarti dalam perekonomian.

Bagaimana arah pembangunan pertanian di Jawa Timur?

Program pembangunan ekonomi Jawa Timur juga masih ditekankan pada sektor pertanian yang dilaksanakan melalui program ketahanan pangan, pengembangan agribisnis dan pengembangan pertanian terpadu dengan tujuan meningkatkan ketersediaan komoditas pangan dalam jumlah cukup, kualitas yang memadai melalui peningkatan produktivitas produksi tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perikanan. Karena itu, hendaknya pembangunan pertanian di Jawa Timur diarahkan pada pengembangan agribisnis yang berdaya saing, berkelanjutan dan terdesentralistik yang mengintegrasikan pembangunan pertanian dengan pembangunan industri dan jasa yang terkait dalam suatu kluster industri yang mencakup lima subsistem, yaitu agribisnis hulu, yakni input produksi, usahatani, pengolahan, pemasaran dan jasa. Pengembangan komoditas unggulan melalui pendekatan tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian di Jawa Timur.

Apa saja kendala yang dihadapi dalam usaha pengembangan sektor pertanian?

Dalam periode 1985-1990, terdapat kecenderungan penurunan permintaan komoditas pertanian di Jawa Timur karena adanya perubahan pola konsumsi masyarakat pada hasil olahan industri sebagai akibat adanya peningkatan pendapatan masyarakat. Namun demikian, nilai rasio penawaran domestik dari beberapa komoditas agroindustri masih rendah yang berarti bahwa usaha agroindustri di provinsi ini belum dapat memanfaatkan peluang naiknya permintaan domestik.

Berbagai kendala yang dihadapi usaha kecil sektor pertanian yang paling mendasar barangkali lemahnya posisi tawar mereka. Akibatnya, mereka hanya bisa berusaha dalam kegureman dengan ruang pengambilan keputusan yang sangat sempit. Masalah dan kendala yang tidak kalah pentingnya adalah pemasaran, alih teknologi serta informasi. Karena itu, skala usaha dari usaha kecil sektor pertanian dewasa ini perlu ditingkatkan.

Model pembangunan ekonomi seperti apa yang mampu meningkatkan sektor ini?

Kesadaran masyarakat akan makna pembangunan membutuhkan model-model yang lebih rinci dan detil, yakni suatu model yang bukan hanya dapat menggambarkan jenis, lokasi dan pelaku kegiatan ekonomi tetapi juga mampu memberikan analisis tentang dampak langsung, tidak langsung dan yang terimbas dari kegiatan-kegiatan pembangunan yang direncanakan. Orang boleh tidak setuju dengan orde baru, tetapi saat itu ada arah pembangunan lima tahun sehingga dalam tahapan yang direncanakan sehingga jelas arahnya.

Bagaimana peran komoditas unggulan terhadap perekonomian wilayah?

Peran komoditas unggulan dalam perekonomian wilayah terutama efek angka pengganda yang diciptakannya akan menentukan pertumbuhan ekonomi wilayah secara keseluruhan, di samping yang berasal dari komoditas yang bersangkutan juga sektor lain yang terkait. Semakin besar kegiatan-kegiatan sektor ini dalam wilayah akan semakin besar arus pendapatan ke dalam wilayah sehingga meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa dari hasil sektor ini dan sektor lainnya yang pada gilirannya permintaan tersebut akan meningkatkan volume kegiatan sektor lain yang selanjutnya secara simultan akan meningkatkan pendapatan wilayah.

Apa yang sudah Anda amati di Jawa Timur dengan komoditas unggulan?

Pendekatan pembangunan pertanian saat ini telah mengalami perubahan yang mendasar, yaitu dari pendekatan produksi komoditas menjadi pendekatan yang bertumpu pada sektor yang didukung oleh sumber domestik dan memiliki peluang usaha, yakni sektor agribinis yang merupakan sinergi antara pertanian agroindustri dan jasa penunjang yang mendukung pertanian. Pengembangan kegiatan agribisnis dengan memberikan prioritas pada komoditas unggulan akan mendorong mempercepat pembangunan wilayah dan sekaligus peningkatan pendapatan petani. Selain itu, sektor ini dapat memberikan efek ganda pada kegiatan ekonomi lain di luar petani yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan masyarakat dalam suatu wilayah. Untuk itu, pendekatan pembangunan ekonomi dalam rangka mendayagunakan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif dikembangkan secara simultan dan harmonis pada pembangunan agribisnis mulai dari industri hulu, hilir serta sektor jasa terkait. Mengingat, peluang tersebut belum terpenuhi karena rendahnya daya saing pertanian di Jawa Timur. Shanty

Leave a Reply