Monday, June 28th, 2010 15:10 by
agroindonesia
Print this pageKalau ada penyedia layanan sertifikasi yang paling andal dan ‘tahan banting’ di sektor kehutanan, PT Mutuagung Lestari (MAL) boleh jadi di urutan teratas. Maklum saja, perusahaan yang dipimpin Direktur Utama Arifin Lambaga ini sejak awal pendiriannya di tahun 1990 memang memfokuskan layanan pada sektor kehutanan.
Kredibilitas Mutuagung di sektor kehutanan memang sulit dibantah. Hal itu bisa dibuktikan dengan ditunjuknya Mutuagung sebagai satu-satunya Foreign Testing Organization (FTO) oleh pemerintah Jepang untuk melaksanakan pengelolaan sertifikasi JAS (Japan Agricultural Standard). Mutuagung juga menjadi satu-satunya penyedia layanan sertifikasi asal Asia yang diakreditasi California Air Resources Board (CARB) untuk menguji produk kayu yang masuk ke Amerika Serikat.
Dalam perjalan bisnisnya, Mutuagung juga tidak berhenti di sektor kehutanan, tapi terus bergerak memperluas cakupan layanan. Kini, Mutuagung tidak hanya dikenal andal di sektor kehutanan, tapi juga di sektor agrikultur sampai sektor agribisnis secara keseluruhan. Sekarang, dalam usia bisnisnya yang ke-20 tahun, Mutuagung bahkan bisa disebut sebagai penyedia layanan sertifikasi terluas dengan 17 layanan sertifikasi.
Namun, prestasi yang diraih ternyata tidak membuat jajaran manajemen Mutuagung berpuas diri. Bahkan, Direktur Utama Mutuagung, Arifin Lambaga menegaskan, pihaknya terus memperbaiki diri dan meningkatkan layanan kepada pelanggan. “Kami ingin mengukuhkan sebagai lembaga sertifikasi kelas dunia,” kata dia.
Niatan tersebut memang bukan sekadar ingin jumawa atau menunjukkan eksistensi diri Mutuagung. Justru cita-cita itu tak lepas dari keinginan perusahaan untuk mendukung kemudahan berbagai produk produksi Indonesia menembus pasar ekspor.
Untuk memperkuat komitmen peningkatan layanan kepada pelanggan, Mutuagung pun melakukan perubahan logo dan brand. Berikut petikan wawancara dengan Dirut Mutuagung yang selalu tampil elegan dengan rambut peraknya:
Mutuagung kini memasuki usia 20 tahun, ada catatan khusus?
Sejak awal berdiri, kami ingin menjadi lembaga sertifikasi yang terkemuka. Untuk itu, kami ingin mengukuhkan kembali komitmen tersebut. Yang pasti, sejak awal kami berdiri hingga sekarang telah terjadi perubahan yang drastis di bidang sertifikasi. Dulu, praktis dunia tidak mengenal sertifikasi. Kemudian berkembang second party audit di tahun 1990-an. Kini, berkembang third party audit dengan sertifikasi sebagai intsrumennya.
Sekarang sertifikasi menjadi salah satu pilar dalam mempermudah transaksi internasional. Dalam transaksi, yang menentukan pertama adalah harga, kedua kualitas. Nah, sertifikasi itu yang menyatakan kualitas atau spesifikasi yang dibawa produk tersebut. Di situ menyangkut masalah kemanan, kesehatan, kelestarian lingkungan, juga mutu.
Dengan situasi yang berkembang tersebut, apa yang akan dilakukan Mutuagung ke depan?
Tentunya kami ingin menjadi pendukung kegiatan transaksi itu bukan cuma di tingkat domestik, tapi juga regional dan global. Makanya kami melakukan perubahan logo untuk memperkuat komitmen.
Logo terdiri dari tiga bagian utama. Bagian pertama adalah gambar bulatan merah yang melambangkan bumi yang terancam. Ini mengingatkan bahwa bumi kita butuh perhatian dan penyelamatan dari kerusakan, termasuk perubahan iklim. Dia bisa menjadi hijau kembali apabila ada upaya yang dilakukan oleh semua pihak. Itu sebabnya, dunia internasional gencar promosi kelestarian lingkungan.
Disinilah kami mengambil peran, yang digambarkan dengan dua tanda centang. Ini menunjukan kami men-delivery layanan yang terbaik yang bisa memuaskan semua pihak. Sementara dua garis di atas yang tanpa batas merupakan arah jangka panjang yang ingin kami capai. Garis itu menggambarkan kelestarian.
Kami juga merubah brand dari Mutu Certification menjadi Mutu Certification International. Ini menunjukan layanan kami juga menjangkau dan mendapat kepercayaan dunia internasional
Apa modal untuk itu?
Kami memang tidak sebesar perusahaan sertifikasi lain secara organisasi. Tapi secara layanan, kami adalah yang terluas. Semua jasa sertifikasi siap kami layani. Kami menyediakan jasa layanan 17 sertifikasi. Di Indonesia sampai saat ini belum ada yang menyediakan seluas itu.
Layanan yang kami berikan juga sudah diakui dunia internasional. Pemerintah Jepang bahkan mengakreditasi kami sebagai satu-satunya lembaga sertifikasi di Asia, bahkan di dunia, untuk memberikan sertifikat JAS. Seperti diketahui, standar produk yang bisa masuk ke pasar Jepang sangat ketat yang dibuktikan dengan sertifikat JAS.
Kami juga satu-satunya perusahaan sertifikasi asal Asia yang diakreditasi CARB. Negara bagian California yang merupakan pintu masuk produk ekspor menuju Amerika Serikat memberlakukan pembatasan emisi yang dibuktikan dengan sertifikat CARB.
Apakah hanya di sektor kehutanan Mutuagung unggul?
Pengakuan internasional juga kami dapat dari untuk sertifikasi di sektor-sektor lain, mulai dari agrikultur hingga agribisnis secara keseluruhan. Untuk sertifikat pengelolaan kebun sawit lestari, misalnya. Kami adalah yang pertama di dunia yang mendapatkannya. Begitu juga untuk sertifikasi keamanan pangan (HACCP), kami adalah yang pertama di Indonesia.
Untuk produk perikanan, laboratorium uji yang kami miliki adalah satu-satunya yang diakreditasi Uni Eropa dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk uji residu pestisida, cacing dalam produk perikanan dan uji lainnya.
Jadi, kami betul-betul lembaga sertifikasi nasional yang sudah go international. Itu sebabnya kami punya kantor operasional di sejumlah negara, seperti China, Thailand, Vietnam dan Malaysia. Kami juga terus melakukan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan perangkat keras pengujian.
Sebenarnya seberapa penting sertifikasi untuk dilakukan?
Begini. Kemarin ada informasi eksportir produk perikanan Indonesia harus membayar 3.000 dolar AS/kontainer untuk bisa masuk Uni Eropa. Hal itu karena health certificate-nya tidak diakui, sehingga perlu melakukan uji laboratorium ulang. Kejadian itu seharusnya tidak perlu terjadi jika sertifikat yang dimiliki dikeluarkan oleh laboratorium yang sudah diakreditasi. Kalau pemerintah bisa memanfaatkan jasa kami yang sudah divalidasi, diakreditasi, sebetulnya masalah itu tidak perlu terjadi. Jadi, dengan sertifikat sebenarnya bisa mengurangi biaya. Selain itu, juga memberi nilai tambah karena bisa masuk ke pasar dengan mudah.
Adanya peristiwa tersebut apa dikarenakan kurang sadarnya pelaku industri atau pemerintahnya?
Pastinya semua pihak harus bekerjasama. Pemerintah wajib membina industrinya, sementara untuk pengawasannya biar dilakukan oleh lembaga sertifikasi pihak ketiga dan pasti mengikuti apa yang diminta pasar. Kalau bekerjasama dengan lembaga sertifikasi yang sudah diakreditasi tentu akan memberi nilai tambah kepada Indonesia, sehingga masuk pasar dengan mudah. Sugiharto
Assalaamu’alaikum Wr Wb,
Pak Arifin, Luar biasa … Semoga sepat terjang Pak Atifin dan PT. Mtutu Agung Lestari dapat memberi inspirasi untuk banyak perushaan lain do indonesia sebagai bekal Go-International !!
Semoga selalu sukses pak …
Salam,
Andi R Lamado