Tuesday - July 6th, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Kisruh Data Impor Daging
Post Info Tuesday, July 6th, 2010 17:59 by agroindonesia Print Print this page

Pengelolaan peternakan dalam negeri benar-benar kacau. Belum tuntas kasus impor ribuan ekor bakalan sapi potong tanpa izin serta ribuan bakalan sapi kelebihan bobot tubuh, Kementerian Pertanian (Kementan) kembali bakal disibukkan oleh kisruh impor daging dan jeroan sapi. Kali ini, kekacauan terjadi akibat perbedaan data impor yang sangat mencolok, dan bisa jadi inilah biang keladi ambruknya harga ternak rakyat belakangan.

Memang, siapa yang tak percaya jika Kementan secara resmi melansir data impor daging dan jeroan sapi tahun 2009 sebesar 63.843 ton. Apalagi, jumlah ini turun dibanding volume impor setahun sebelumnya yang mencapai 70.100 ton.

Namun, anehnya, impor daging turun tapi harga sapi rakyat anjlok? Belakangan, terbongkar impor 2.156 ekor bakalan sapi oleh PT Sasongko Prima tanpa izin serta 1.027 ekor bakalan sapi impor oleh tiga importir yang kelebihan berat badan. Sasongko pun sudah disanksi penghentian impor dan harus mere-ekspor ribuan sapinya — yang sampai kini belum dilakukan.

Selesai? Belum. Belakangan, terkuak masalah yang lebih serius. Realisasi impor daging dan jeroan sapi ternyata jauh lebih besar dibanding data resmi pemerintah. Jika Ditjen Peternakan menyebut volume impor 2009 mencapai 75.171 ton, data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang diambil dari Pemberitahuan Impor Barang (PIB) tercatat 110.000 ton lebih atau selisih 35.000 ton!

Kementan mencoba berkilah. Begitu juga Asosiasi Pengusaha Impor Daging Indonesia (Aspidi). Namun, fakta selisih angka yang hampir separuh volume impor resmi itu bisa jadi jawaban rontoknya harga ternak rakyat. Quo vadis peternakan nasional? AI

One Response to “ Kisruh Data Impor Daging ”

  1. Benny-BHUN

    Sgt sependapat klu ‘impor daging/frozen beef’ yg sistematis mematikan produktivitas dan daya saing pengusaha breeding dan peternak sp/krb potong lokal.

Leave a Reply