Tuesday - July 13th, 2010
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Gerakan Menanam Cabai
Post Info Tuesday, July 13th, 2010 11:07 by agroindonesia Print Print this page

Komoditas cabai boleh saja pedas rasanya, namun komoditas ini justru banyak dicari konsumen. Akibat tingkat permintaan terhadap komoditas cabai tidak sebanding dengan tingkat pasokan, harga jual cabai pun melonjak luar biasa dalam beberapa pekan belakangan ini.

Harga jual komoditas itu telah melonjak lebih dari 100% sejak bulan Mei hingga pekan lalu. Lonjakan harga cabai pun akhirnya mempengaruhi tingkat inflasi pada bulan Juni 2010.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada bulan Juni lalu tingkat inflasi telah mencapai angka 0,97% dibandingkan inflasi bulan Mei yang cuma 0,29%. Besarnya tingkat inflasi Juni lalu itu antara lain dipicu oleh kenaikan harga cabai. Kenaikan harga cabai telah memberikan kontribusi sebesar 0,05% terhadap besaran inflasi.

Melonjaknya harga cabai secara signifikan tak terlepas dari kondisi cuaca di dalam negeri beberapa bulan terakhir ini. Masih tingginya curah hujan di sejumlah sentra produksi telah membuat petani kesulitan untuk memanen komoditas itu.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menjelaskan komoditas cabai adalah produk holtikultura yang sangat terpengaruh pada musim, curah hujan yang tinggi membuat cabai sempat membusuk, daya tahannya hanya di bawah 5 hari.

Menghadapi lonjakan harga komoditas yang rasanya pedas itu, pemerintah melontarkan gerakan membangkitkan kembali gerakan menanam cabai di pekarangan rumah masyarakat.

Melalui program ini, Diharapkan masalah suplai dan demand yang selama ini menjadi masalah bagi komoditas cabai di saat musim hujan bisa ditekan. Pasalnya, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan cabainya sendiri jika menanam di pekarangan rumah.

Gerakan menanam cabai di pekarangan rumah mungkin dapat memberikan hasil yang positif. Namun sebenarnya masih banyak hal yang diperlukan pemerintah untuk mencegah terjadinya lonjakan harga dalam suatu musim.

Untuk mengatasi lonjakan harga cabai, pemerintah perlu mendorong masyarakat untuk mengubah pola konsumsinya dari penggunaan cabai segar ke cabai kemasan.

Selain itu, pemerintah juga harus melakukan perbaikan pada pola produksi cabai. Pemberian benih unggul, penyuluhan mengenai tatcara budidaya yang baik. penyimpanan dan pengolahan hasil panen harus menjadi fokus perhatian pemerintah.

Melonjaknya harga cabai tidak bisa diatasi dengan hanya mendorong masyarakat untuk menanam cabai di pekerangan rumah. Upaya stabilisasi harga cabai juga menuntut tanggungjawab instansi-instansi pemerintah yang terkait dengan produksi, distribusi dan pemasaran komoditas tersebut.

Leave a Reply