Pemerintah memastikan realisasi pengucuran dana skim Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun 2010 ini tidak akan mencapai target yang dicanangkan pemerintah, yakni Rp20 triliun.
Melihat realisasi penyaluran dana KUR oleh bank-bank pelaksana selama triwulan pertama tahun 2010 yang kurang dari Rp2 triliun, pemerintah akhirnya menurunkan target realisasi dana KUR tahun ini menjadi sekitar Rp13,1 triliun.
Namun, target itu kemudian diubah lagi setelah pada semester pertama tahun ini realisasi dana KUR mencapai Rp5,1 triliun. Pekan lalu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan kalau target realisasi dana KUR pada tahun 2010 ini bisa mencapai Rp18 triliun.
KUR adalah salah satu program pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam mendapatkan bantuan kredit permodalan. Program ini diluncurkan karena masih banyak UMKM di negeri ini yang sulit untuk mendapatkan akses permodalan dari perbankan.
Sejak diluncurkan pada akhir 2007, realisasi dana yang dikucurkan oleh bank pelaksana lewat skim KUR ini terus mengalami peningkatan. Dan untuk tahun ini, pemerintah pada awalnya amenargetkan realisasi dana sebesar Rp20 troiliun, walaupun diralat menjadi Rp13,1 triliun dan diralat lagi menjadi Rp18 triliun.
Besarnya target yang ditetapkan pemerintah terhadap realisasi dana KUR memang patut didukung. Pasalnya, dengan besarnya realisasi dana KUR, berarti makin banyak pengusaha UMKM di dalam negeri yang menikmati fasilitas pendanaan tersebut. Dengan begitu, akan terasa pula dampaknya bagi perbaikan ekonomi di negeri ini.
Namun, jika melihat realisasi yang terjadi pada semester I tahun ini, diperlukan usaha lebih keras lagi dari pemerintah agar target yang dicanangkan bisa tercapai.
Saat ini masih banyak kendala yang ditemukan di lapangan, Misalnya saja soal masih besarnya suku bunga yang diterapkan bank pelaksana, penyertaan agunan serta belum adanya kemauan dari pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan realisasi dana KUR.
Karena itu, selain menetapkan target baru, pemerintah pusat juga harus mampu membenahi kekurangan-kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan pengucuran dana KUR. Pemerintah pusat perlu melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah serta bank-bank pelaksana agar mereka mau lebih giat lagi dalam meningkatkan pengucuran dana skim kredit tersebut.
Pemerintah perlu mengkaji lagi berbagai kebijakan yang telah diluncurkan terkait dengan pengucuran dana lewat skim KUR. Jika dimungkinkan, pemerintah perlu mengkompromikan kembali dengan pihak bank pelaksana mengenai penetapan suku bunga KUR.
Selain itu, kegiatan sosialisasi mengenai program KUR juga perlu ditingkatkan. Lemahnya kegiatan sosialisasi mengenai pengucuran KUR pada tahun ini menjadi kendala utama bagi realisasi dana KUR.