Wednesday - January 25th, 2012
Home | Versi Cetak | Suara Anda | Layanan Media | Hubungi Kami
Insentif untuk Mobil Murah dan Ramah Lingkungan
Post Info Wednesday, January 25th, 2012 13:04 by agroindonesia Print Print this page

Demam mobil nasional (Mobnas) tengah melanda masyarakat Indonesia. Sejumlah pejabat negeri ini bahkan hingga kalangan aktris berlomba untuk membeli mobil yang dibuat oleh kalangan pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di dalam negeri.

Masyarakat Indonesia sepertinya sangat merindukan kehadiran mobil nasional yang diproduksi oleh tangan-tangan terampil pekerja Indonesia dan dengan menggunakan bahan baku dan teknologi yang sebagian besar juga berasl dri dalam negeri.

Gema Mobnas sepertinya hanya tertuju pada produksi mobil esemka saja. padahal, masih ada program mobil nasional yang juga memiliki arti penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, yakni mobil murah dan ramah lingkungan.

Program mobil murah dan ramah lingkungan atau low cost and green car kini tengah digencarkan pemerintah guna menekan penggunaan BBM serta mengurangi polusi. Kabarnya mobil ini akan meluncur tahun depan bekerjasama dengan salah satu ATPM sebagai prinsipal. Komponen dan desain dari mobil yang kabarnya memiliki kapasitas 1.200 cc ini dibuat oleh orang Indonesia.

Tentunya untuk merealisasikan program ini, diperlukan dukungan dari pemerintah maupun rakyat Indonesia Ppemerintah harus memberikan dukungan kuat bagi program mobil murah dan ramah lingkungan. Dukungan ini bisa dikaitkan dengan program pemerintah untuk mengurangi konsumsi BBM serta mencegah meluasnya polusi udara yang diakibatkan asap dari kendaraan bermotor.

Dukungan bisa diterapkan pemerintah dengan  memberikan insentif khusus kepada produsen mobil murah dan ramah lingkungan itu. Adapun bentuk insentif yang akan diberikan, dapat  dikaji oleh pihak-pihak terkait, seperti BKF Kementerian Keuangan.

Walaupun begitu, insentif yang akan diberikan pemerintah kepada produsen mobil murah dan ramah lingkungan tidak boleh  bertentangan dengan aturan internasional (WTO) dan insentif tersebut tidak akan mengancam keberadaan produsen mobil yang sudah ada di dalam negeri saat ini.

Pemerintah juga perlu menggandeng industri-industri lokal dan perguruan tinggi dalam penerapan program tersebut karena saat ini banyak perguruan tinggi yang sudah bisa menghasilkan teknologi mobil murah dan ramah lingkungan.

Program mobil murah dan ramah lingkungan juga bisa dikaitkan sebagai mobil untuk perdesaan dan membatu petani dalam memudahkan transportasi hasil usahanya. Dengan begitu, selain membantu mengurangi beban subsidi BBM, petani di dalam negeri juga ikut terbantu dengan program mobil murah dan ramah lingkungan itu.

Leave a Reply