Bulog Terus Cari Gula

0
32

Pemerintah akhirnya menempuh kebijakan tegas dalam menugaskan Perum Bulog menjadi stabilisator harga gula. Lewat pemberian izin impor gula kristal putih 328.000 ton, Bulog kini punya senjata meredam aksi spekulan yang kerap sulit diatasi pemerintah. Namun, mepetnya waktu agak sulit buat Bulog merealisasikan seluruh izin impor.

Meski baru menjabat tiga bulan, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi membuat keputusan besar. Komoditas gula konsumsi yang selalu bermasalah, terutama soal harga akibat masih kurangnya produksi dibanding konsumsi, diatasi dengan mengembalikan peran Perum Bulog sebagai stabilisator. Caranya, Bulog diberi izin impor gula kristal putih (GKP) sebagai stok penyangga sebesar 328.000 ton.

Inilah ‘senjata’ yang diberikan pemerintah kepada Bulog untuk mengatasi aksi spekulasi. Selama ini, kisruh harga gula di pasar tak pernah mampu diatasi akibat tak ada lembaga yang mengawal. Biasanya, harga gula melonjak pasca giling tebu pada November ketika seluruh gula petani dan PTPN sudah dimiliki pedagang. Buat mereka, cukup 1-2 bulan menjelang musim giling untuk meraup untung besar, mengingat produksi gula dalam negeri masih kurang.

“Saya mau ingatkan, keputusan ini bukan untuk hancurkan harga petani, tapi agar kita tidak dipermainkan oleh spekulan,” tegas Mendag Muhammad Lutfi. Dia juga menepis kekhawatiran banyak pihak bahwa impor bakal memukul harga gula petani. Apalagi, pemerintah juga sudah memutuskan penetapan harga patokan petani (HPP) gula tahun 2014 sebesar Rp8.250/kg.

Namun, mepetnya waktu (hanya 45 hari dari 1 April-15 Mei) nampaknya sulit buat Bulog mencapai target impor. “Bulog paling banter hanya mampu impor 100.000 ton,” kata sumber Agro Indonesia. Sejauh ini, dia mendengar Bulog baru memegang kontrak sekitar 27.000 ton yang diperoleh dari sejumlah importir.

Kepala Humas dan Kelembagaan Bulog, Taufan Akib membenarkan pihaknya terus melakukan kontrak pembelian. Hanya saja dia tak mau menyebut angka. “Prosesnya terus bergulir sehingga belum ada angka pastinya mengenai volume gula yang direalisasikan pengirimannya,” ucapnya. Hanya saja, dia mengakui Bulog bisa mengimpor 100.000 ton.

Yang jelas, jika target impor tak tercapai, pemerintah akan mengevaluasi. Namun, mengingat ini untuk buffer stock, kabarnya pemerintah kemungkinan memperpanjangnya. AI