Pembentukan Bank Khusus Petani dan Nelayan

0
324

Nasib petani dan nelayan mendapatkan perhatian serius dalam kampanye dua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pilpres 2014 ini. Bahkan ada capres dan cawapres yang menjanjikan akan membentuk bank khusus untuk petani dan nelayan.

Yang menjadi pertanyaan, apakah bank khusus itu memang diperlukan bagi petani dan nelayan? Dan apakah pembentukan bank khusus itu merupakan satu-satunya solusi untuk mengatasi kesulitan yang dialami petani dan nelayan.

Kita tahu bahwa pendanaan atau permodalan merupakan instrumen penting untuk menggulirkan kegiatan usaha. Begitu juga dengan petani dan nelayan, dukungan pendanaan atau permodalan sangat diperlukan agar mereka bisa melakukan kegiatan usahanya di sektor pertanian atau nelayan lebih baik lagi.

Dalam hal meraih pendanaan atau permodalan, petani dan nelayan menjadi kelompok masyarakat yang tidak mampu memanfaatkan akses perbankan untuk mendapatkan modal. Akibatnya, tingkat kesejahteraan petani dan nelayan masih berada di bawah tingkat kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor lain. Petani dan nelayan pun mendominasi jumlah penduduk miskin yang ada di Indonesia saat ini.

Dengan jumlah petani dan nelayan yang cukup besar, mereka pun kini menjadi sasaran oleh Capres dan Cawapres untuk mendulang suara guna memenangkan Pilpres. Ya salah satunya adalah dengan menawarkan solusi bagi petani dan nelayan untuk mendapatkan akses pendanaan melalui pembentukan bank khusus tani dan nelayan.

Namun, ide pembentukan bank khusus itu mendapatkan sanggahan dari sejumlah pihak. Alasannya, pembentukan bank khusus petani dan nelayan tentunya akan memerlukan waktu, dana serta jaringan yang cukup luas. Selain itu, pembentukan bank ini nantinya akan menimbulkan kecemburuan dari golongan masyarakat lainnya.

Terlebih lagi nelayan dan petani bukan tidak mempunyai akses ke perbankan. Namun, mereka kesulitan mengurus permodalan lantaran risiko yang dihadapi di luar kontrol mereka, seperti gagal panen akibat cuaca

Ada sejumlah pihak yang meminta pemerintah untuk meningkatkan kinerja bank yang telah ada saat ini serta program-program penyaluran kredit bagi petani dan nelayan yang selama ini telah dijalankan.

Sebenarnya, saat ini pemerintah telah memiliki bank yang melayani petani dan nelayan, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI). Bank BRI ini bisa ditingkatkan lagi sasaran nasabahnya dengan  masuk ke nelayan dan petani. Hal ini bisa dilakukan BRI karena memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia, dimana cabang-cabangnya ada di hampir seluruh kecamatan di Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga dapat meningkatkan realisasi program-program yang ditujukan untuk memberdayakan petani dan nelayan, misalnya saja dengan memaksimalkan penerapan program KUR.

Sejak diluncurkan pada tahun 2009, dana yang dikucurkan pemerintah untuk program kredit KUR sudah terbukti terus mengalami peningkatan. Ini membuktikan kalau skema pendanaan untuk pengusaha mikro, kecil dan menengah ini melalui program telah telah berjalan sukses. Yang diperlukan adalah bagaimana agar program tersebut lebih mengutamakan petani dan nelayan.