Tak Ada Lagi Calo Kayu Jati

0
133

Nama Mustoha Iskandar tampaknya tak pernah pudar di kalangan rimbawan. Betapa tidak! Sarjana kehutanan jebolan UGM ini sudah menjadi direktur dalam usia muda, 40 tahun, yakni saat ditunjuk menjadi direksi PT Inhutani III. Dari sini, karir anak mandor Perhutani di Cirebon ini terus moncer dan dipercaya menjadi Dirut PT Inhutani IV yang memiliki wilayah kerja Sumatera bagian tengah, barat hingga NAD.

Doktor jebolan Unpad Bandung yang mengambil disertasi tentang kertas ini ternyata juga seorang ‘dokter spesialis’ yang bisa mengobati perusahaan ‘sekarat menjadi untung’. Hal itu dibuktikannya saat memegang posisi Dirut Inhutani IV. BUMN yang sudah kembang-kempis dan sulit membayar gaji karyawan ini berhasil disulap menjadi untung beliung. Alhasil, gaji karyawan dan direksi yang tertunggak hampir 12 bulan langsung lunas.

Prestasi doktor yang mengambil gelar sarjana hukum — yang baru diraihnya 4 bulan silam —  ini ternyata tidak saja berhasil menjadi dokter perusahan yang sakit, tetapi juga handal dalam mengajar mahasiswa. Dia juga masih menyempatkan diri mengajar S3 di sebuah perguruan ternama di Jakarta. Baru tiga tahun menjadi Dirut Inhutani IV, ayah dua anak yang juga pernah aktif di HMI ini mendapat tugas baru. Persisnya Juli 2011, dia dipercaya menjadi direktur komersial kayu Perum Perhutani.

Karir Mustoha di Perhutani akhirnya mencapai puncaknya, Jumat (17/10). Pria kelahiran 10 Agustus 1960 yang juga jebolan IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta tahun 1986 ini dipercaya penuh pemerintah untuk memimpin Perhutani. Berikut bincang-bincang dengan pemegang master of development management Los Banos, Filipina ini di runag kerjanya:

Kapan Anda pertama kali dapat kabar akan dilantik jadi Dirut Perhutani?

Dikabari dari Kementerian BUMN pada Senin (13/10). Waktu itu, rencananya ada pelantikan pukul 11.00 siang, tapi kemudian dibatalkan sampai ada pemberitaan lebih lanjut. Nah Kamis (16/10), saya diberitahu bahwa Jumat (17/10) pukul 10.00 pelantikan direksi Perhutani akan dilakukan di kantor Kementerian BUMN. Alhamdulillah itu sudah dilakukan.

Apa yang akan Anda lakukan sampai akhir tahun 2014 ini?

Karena anggarannya sudah berjalan, maka kita habiskan saja rencana yang sudah berjalan. Apalagi tidak banyak perubahan pada direksi di Perhutani yang baru. Saya pikir kita jalankan saja rencana yang sudah ada, mengingat waktunya tinggal 2 bulan lagi, November dan Desember.

Lalu rencana di tahun 2015?

Nah, untuk tahun depan, 2015, baru kita akan lakukan perombakan total. Intinya adalah mengoptimalkan industri  yang memiliki nilai jual atau pasar ekspor. Industri kehutanan bakal jadi sasaran untuk bermain di pasar internasional. Banyak potensi yang bisa dilakukan Perhutani untuk memasok pasar internasional.

Perombakan dari sisi apa saja?

Gini lho. Untuk industri yang selama ini kurang memiliki daya saing (rugi, Red.) akan diremajakan. Perhutani juga akan berinvestasi membeli mesin baru, sedangkan manusia (SDM) juga akan ‘disekolahkan’ sehingga mampu menguasai bukan saja teknologi tinggi, namun juga menguasai pasarnya, baik di dalam maupun luar negeri.

Konkretnya pabrik mana yang akan diganti?

Contohnya pengolahan kayu di Cepu. Pabrik itu akan diganti dengan yang baru, sementara yang masih layak akan dipertahankan dan bila perlu diperbaiki sehingga produknya punya daya saing yang tinggi. Perhutani memiliki industri yang berada di Brumbung, Cepu, Gresik, Kudus.

Industri kayu yang baru tersebut seperti apa?

Industri baru dengan pabrik dan mesin baru. Perhutani setiap tahun kan menebang kayu jati dan kayu rimba lain sekitar 800.000 m3. Sebagian memang dijual untuk umum, namun sebagian diolah sendiri. Begitu halnya untuk kayu campuran seperti kayu pinus yang sudah tua dan tidak produktif. Produksi pohon pinus Perhutani mencapai 120.000 m3, untuk tahun 2015 tebangannya dinaikkan jadi 200.000 m3 dari peremajaan. Berarti ada sisa 80.000 m3. Nah, kayu inilah yang akan diolah sendiri dengan menggunakan mesin dan pabrik baru.

Tadi disebutkan industri kayu Perhutani belum optimal. Bagaimana posisi produk industri kayu dan non kayu dalam menyumbang untuk keuangan perusahaan?

Sekarang ini posisinya 48% dari produk kayu dan 52% dari produk non kayu. Saya yakin, mulai tahun 2015 posisi itu akan berubah dan nantinya akan lebih besar disumbangkan dari produk kayu.

Anda begitu yakin, produk kayu akan berkembang, padahal saat ini pasar dunia terhadap produk kayu masih lesu?

Kalau lesu sih sepertinya tidak. Saya belum lama ini melihat sejumlah pabrik pengolah kayu berikut potensi pasar di Tiongkok. Banyak log dari Indonesia, namun mereka ternyata tidak mengenal Perhutani. Makanya, ke depan kami akan memasarkan sendiri produk kayu milik Perhutani tanpa harus lewat agen lagi. Perhutani akan menjual sendiri dan memasarkan sendiri. Kini Perhutani sudah memiliki kantor pemasaran di Shanghai, Tiongkok. Makin dekat dengan pembeli, maka makin besar keuntungan yang bakal diperoleh.

Berapa besar sih laba yang dihasilkan dari  produk kayu?

Dari sekitar 460.000 m3 kayu jati, saat ini kita baru mengolah sendiri sekitar 17%. Tahun 2015 akan ditambah mencapai 23%. Targetnya jika Perhutani mampu mengolah kayu jati 23% saja, maka dipastikan akan meraup laba Rp180 miliar. Dan jika Perhutani mengolah kayu jatinya sebesar 23% itu tidak melanggar ketentuan, bahkan masih jauh. Sebab, undang-undang persaingan usaha mengatur maksimal produksi yang boleh digunakan sendiri hanya 50%. Kalau melebihi itu berarti monopoli, itu yang tidak boleh diilanggar.

Berarti akan tambah organisasi baru khusus menangani industri?

Ya, Perhutani akan membentuk KPH industri. Perannya adalah kayu log hasil tebangan akan langsung dikirim ke pabrik. Selama ini kan log itu masuk ke Tempat Penimbunan Kayu (TPK) dulu, baru ke industri. Nanti, kayu-kayu itu tidak melalui TPK, tapi langsung ke pabrik. Tentu pabrik pengolahan tidak harus lagi membeli dari pedagang perantara.

Intinya, broker akan dihapus, baik di luar negeri maupun dalam negeri?

Ya, tidak menghapus. Perhutani akan menjual sendiri tanpa perantara.

Berapa perkiraan keuntungan yang akan diraih Perhutani tahun 2014?

Mudah-mudahan Perhutani masih sanggup memperoleh keuntungan Rp300 miliar. Kami yakin angka itu terkejar. AI