Banyak Manfaat SVLK

0
141

Bukan cuma Asmindo yang mendukung Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK). Dukungan juga datang dari Asosiasi Pengusaha Industri Kayu Gergajian dan Kayu Olahan (ISWA). Seperti halnya industri mebel, profil anggota ISWA juga kebanyakan industri kecil dan menengah.

Menurut Ketua Umum ISWA, Soewarni, banyak manfaat yang sudah dirasakan dari pemberlakuan SVLK. “Industri kini lebih tertib. Karena legalitasnya lengkap. Asal usul bahan baku pun tercatat,” katanya.

Itu sebabnya, dia mendukung penuh pemerintah untuk tidak lagi mengulur implementasi SVLK, apalagi sampai membatalkannya. Menurut Soewarni, membatalkan SVLK adalah langkah mundur bagi pembenahan tatakelola hutan Indonesia.

Meski demikian, dia menyerukan pemerintah memberi kemudahan sertifikasi bagi IKM yang memanfaatkan kayu tanaman dari hutan hak. Pasalnya, kayu yang dihasilkan dari hutan hak diproduksi dengan keringat dan jerih payah pemiliknya. “Jadi, tidak pantas jika dipersulit,” ujarnya.

Soewarni mengusulkan industri pengguna kayu rakyat tidak perlu izin seperti industri penguna kayu alam. Namun, cukup mendaftarkan industrinya dan pemanfatan bahan bakunya sehingga tetap bisa dipantau.

Sementara itu Project Leader of Market Transformation Timber Section WWF Indonesia, Aditya ‘Dito’ Bayunanda menyatakan, SVLK yang diakui oleh sejumlah negara sejatinya adalah peluang bagi pelaku usaha perkayuan di tanah air. Pasalnya, dunia saat ini semakin menuntut soal legalitas.

Menurut Dito, SVLK harus dioptimalkan, sebab dirancang mengikuti ketentuan dan legalitas di tanah air. Tanpa SVLK, pembuktian legalitas kayu Indonesia harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan negara konsumen. Ketentuan tersebut bisa jadi jauh lebih berat. “Karena SVLK adalah sertifikasi nasional pasti akan lebih mudah untuk diikuti prosesnya,” katanya.

Dito menekankan, sebagai sebuah skema sertifikasi, SVLK memang jauh dari sempurna untuk membuktikan bahwa sebuah produk kayu diproduksi secara berkelanjutan. Meski demikian, SVLK adalah titik awal untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Sugiharto