Pencabutan Subsidi Gas Tiga Kilogram Harus Hati-hati

0
161

Gas elpiji tiga kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon terancam tidak disubsidi lagi oleh pemerintah. Pasalnya, pemerintah akan melakukan uji coba penerapan kebijakan pengalihan subsidi elpiji dari subsidi melalui tabung diganti ke subsidi langsung tunai di 3 daerah. Nantinya setiap keluarga miskin di 3 daerah tersebut dapat bantuan Rp 50.000/bulan melalui kartu . Harga elpiji yang beredar akan berdasarkan harga pasar seperti elpiji tabung 12 kg.

Uji coba itu akan dilakukan setelah lebaran. Pemerintah beralasan dengan kebijakan ini, anggaran subsidi yang diberikan pemerintah untuk rakyat miskin akan tepat sasaran. Karena yang hanya menerima kartu adalah benar-benar orang miskin. Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, negara wajib memberikan subsidi kepada rakyat miskin.

Secara umum, menurut penilaian saya, apa yang akan dilakukan pemerintah itu cukup baik. Untuk menjadikan postur anggaran belanja dan pendapatan negara sangat sehat, memang biaya-biaya pengeluaran, termasuk pemberian subsidi harus dihapus atau dikurangi.

Namun, pemerintah juga perlu hati-hati dalam mencabut subsidi terhadap suatu komoditas. Dalam hal elpiji, pemerintah harus berpikir ulang untuk mencabut subsidinya.

Jujur saja, saat ini pengguna gas elpiji tabung tiga kilogram tidak hanya dinikmati oleh kaum miskin saja. Mereka yang memiliki tingkat ekonomi menengah dan atas juga ada yang menggunakan gas elpiji tiga kilogram untuk kegiatan masak-measak di rumahnya.
Belum lagi para penjual makanan seperti gorengan di pinggir jalan dan rumah makan juga kebanyakan masih menggunakan gas elpiji tiga kilogram.

Nah, jika pemerintah ingin menghapus subsidi gas elpiji tabung tiga kilogram dan menggantinya dengan kartu subsidi, saya mengharapkan agar pemberian kartu subsidi itu benar-benar diseleksi dengan baik. Karena bisa saja kartu tersebut nyantol di penduduk yang sebenarnya mampu.

Mursani K
Magetan