Mengamankan Tujuh Komoditas Strategis

0
1101

Kementerian Pertanian akan memberikan perhatian serius terhadap tujuh komoditas strategis yakni, padi, gula, daging, jagung, kedelai, bawang merah dan cabe merah.

Pemberian perhatian serius itu dilakukan pemerintah karena ketujuh komoditas tersebut memiliki peran penting dalam pemenuhan pasokan dan kebutuhan pangan nasional.

Ketujuh komoditas itu memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Tingkat inflasi seriang kali dipengaruhi oleh pergerakan harga ketujuh kooditas tersebut. Begitu pula dengan anggaran belanja, akibat ketergantungan impor tujuh komoditas itu untuk memenuhi kebutuhan nasional, pemerintah terpaksa mengeluarkan anggaran untuk mengimpor dan ini berpengaruh pada neraca perdagangan.

Seringnya gonjang-ganjing harga di tujuh komoditas tersebut juga telah membuat masyarakat konsumen maupun petani sebagai produsen ditimpa masalah.

Ketika harga komoditas itu mengalami lonjakan yang cukup tinggi, masyarakat tentu menjadi korban karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Begitu juga sebaliknya, ketika harga komoditas yang ada dalam tujuh komoditas itu mengalami penurunan harga, terutama ketika musim panen, petani lah yang menjadi korban. Seringkali kita melihat petani membuang hasl panennya begitu saja karena harga jualnya di pasar mengalami penurunan tajam.

Walaupun Indonesia merupakan negara agraris dan memiliki iklim tropis, namun dalam hal penanganan produksi hasil pertanian masih tertinggal dengan negara-negara lainnya. Misalnya saja Thailand. Negara ini mampu menguasai pasar produk hasil pertanian dunia. Padahal dari sisi wilayah dan iklim, Thailand masih kalah dengan Indonesia.

Dengan potensi yang sangat besar, Indonesia sebenarnya bisa meningkatkan produksi ketujuh komoditas tersebut sehingga tak lagi bergantung pada impor dari negara lain dalam memenuhi kebutuhan ketujuh komoditas tersebut di dalam negeri.

Salah satu kunci agar pemerintah bisa menangani produksi ketujuh komoditas itu adalah dengan membuat master plan dari ketujuh komoditas itu. Dari master plan atau rencana induk itu kita bisa mengetahui visi dan misi yang akan diemban pemerintah dalam menangani komoditas-komoditas strategis.

Dengan adanya master plan, road map produksi dan distribusi komoditas-komoditas itu bisa dibuat dengan baik sehingga arah kebijakan yang akan diterapkan menjadi lebih jelas.

Untuk mendorong terciptanya swasembada komoditas-komoditas strategis, dibutuhkan suatu kebijakan jangka panjang yang tidak cepat berubah seiring dengan pergantian pemerintahan.

Memang kebijakan jangka pendek dan menengah juga sangat dibutuhkan, namun, kebijakan tersebut hanyalah diterapkan untuk mendukung atau melanjutkan langkah-langkah menuju tercapainya tujuan utama yang sudah tertuang dalam master plan. Dengan begitu, semua pihak bisa fokus mengembangkan komoditas-komoditas strategis.