Produksi Alsintan Naik, Kebutuhan Baja Terus Meningkat

0
412

Kebutuhan baja, baik untuk sektor industri alat pertanian, khususnya untuk pembuatan alsintan, maupun sektor lainnya di dalam negeri terus mengalami peningkatan. Data Kementerian Perindustrian mencatat, kebutuhan baja domestik terus meningkat dari 7,4juta ton pada 2009, menjadi 12,7 juta ton pada 2014, dan diprediksi terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, ekspor baja Indonesia pada 2014 mencapai 2,23 miliar dolar AS atau naik 16,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai 1,91 miliar dolar AS. Sedangkan nilai impor baja pada 2014 tercatat sejumlah 12,58 miliar dolar AS, yang berarti turun 0,19 persen dibandingkan 2013 senilai 12,6 miliar dolar AS.

Kondisi ini tentunya menarik banyak pihak untuk menanamkan investasi di sektor industri baja nasional. BKPM mencatat, ada  157 proyek investasi baja yang sedang melakukan konstruksi dengan nilai investasi Rp6,63 triliun mampu menyerap 8.502 tenaga kerja sepanjang semester I/2015.

Untuk menunjukkan kepada dunia internasional kalau industri baja Indonesia memiliki potensi besar, tahun 2016 nanti akan digelar Pameran berskala internasional tersebut akan menampilkan 13 subindustri besi baja mulai dari bahan baku material, produk besi baja, komponen baja untuk bangunan dan konstruksi, permesinan, hingga produk-produk perbankan yang mendukung industri ini.

“Pameran besi baja unggulan pertama Tanah Air, Steel Indonesia Expo, akan digelar pada 7-9 September 2016 di Jakarta. Pameran ini bisa menjadi jendela kepada dunia internasional bahwa Indonesia memiliki baja dengan kualitas yang baik,” kata Ketua Pelaksana Ernst Karemboen di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, pameran berskala internasional tersebut akan menampilkan 13 subindustri besi baja mulai dari bahan baku material, produk besi baja, komponen baja untuk bangunan dan konstruksi, permesinan, hingga produk-produk perbankan yang mendukung industri ini Sekitar 400 industri akan terlibat dalam pameran ini, sehingga kegiatan tersebut menjadi pameran baja terlengkap dan terbesar di Indonesia.

Selain pameran, Steel Expo Indonesia juga akan menghadirkan beberapa program, seperti Networking Night, di mana para vendor dan exhibitor dapat bertemu untuk melakukan transaksi, konferensi, simposium dan penyesuaian bisnis.

Sementara itu, Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan memandang, pameran tersebut merupakan salah satu cara untuk mendorong agar pertumbuhan baja nasional selalu berada di dalam tren positif.

“Kami selaku regulator menyambut baik kegiatan ini. Steel Indonesia Expo 2016 diharapkan dapat menggairahkan serta mendorong pertumbuhan industri baja nasional yang kuat, mandiri, serta menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” kata Putu.buyung