Industri Mamin Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Industri 2016

0
139

Kementerian Perindustrian optimistis pertumbuhan industri meningkat pada 2016 nanti. Sektor industri non migas diproyeksikan dapat tumbuh pada kisaran antara 5,7 – 6,1 persen dengan didukung oleh peningkatan investasi pada kelompok industri tertentu yang terjadi pada 2014 dan 2015.

Menurut Menteri Perindustrian Saleh Husin, dampak dari berbagai paket kebijakan pemerintah diperkirakan akan dapat dirasakan pada 2016 dan mendongkrak kinerja industri. “Bahkan jika upaya-upaya maksimal bisa dilakukan, industri non migas diperkirakan bisa tumbuh di atas 6 persen,” harap Menperin pada acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2015 .

Salah satu faktor yang akan menjadi motor penggerak pertumbuhan industri di tahun 2016 adaah industri makanan dan minuman. Industri ini diperkirakan tumbuh sekitar 7,4 – 7,8 persen.

KINERJA 2015

Kementerian Perindustrian terus berupaya menjaga konsistensi pertumbuhan industri di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2015. Berbagai program dan kebijakan strategis telah dikeluarkan guna mendorong kemudahan dan kepastian pelaku usaha berinvestasi di Indonesia.

“Di tengah kondisi perekonomian yang belum stabil, kita harus bersyukur karena industri non migas dapat tumbuh sebesar 5,2 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 4,7 persen pada triwulan III tahun 2015,” kata Menteri Saleh.

Bahkan, Menperin optimistis, kinerja industri non migas sampai akhir tahun 2015 akan tumbuh hingga 5,5 persen. “Optimisme itu masih realistis karena didasari dari arus investasi yang terus masuk serta realisasi ekspor dan produksi yang terus meningkat dari sektor industri kecil, menengah, hingga besar,” ulasnya.

Dapat disampaikan, ekspor produk industri sampai dengan triwulan III tahun 2015 sebesar USD 81,26 miliar atau memberikan kontribusi sebesar 66,55 persen dari total ekspor nasional yang mencapai USD 115,13 miliar. Sementara itu, impor produk industri sampai dengan triwulan III tahun 2015 sebesar USD 81,53 miliar.

Di sisi lain, investasi PMDN mencapai Rp 63,60 triliun, sedangkan investasi PMA sebesar USD 8,52 miliar, sehingga nilai total investasi sampai dengan triwulan III tahun 2015 mencapai USD 13,60 miliar. “Dari berbagai kunjungan kerja kami ke luar negeri, para investor mengatakan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan berinvestasi dan akan dijadikan basis produksi mereka untuk pasar ekspor. Hal ini yang meyakini kami, nilai investasi tahun depan akan meningkat,” ungkap Saleh.

Ia mengakui, perkembangan ekonomi nasional dalam beberapa waktu ke depan masih dihantui ketidakpastian. Namun demikian, imbuhnya, ekonomi dunia pada tahun 2016 akan tumbuh lebih tinggi dibanding tahun ini. Peningkatan pertumbuhan tersebut akan berdampak positif pada ekspor barang industri dari Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi nasional juga diproyeksi lebih tinggi dari tahun ini. Dengan perekonomian nasional yang lebih bergairah diperkirakan dapat meningkatkan permintaan terhadap barang industri sehingga sektor industri dapat tumbuh lebih tinggi,” paparnya.

Beberapa prestasi Kemenperin yang membanggakan dalam Capaian Kinerja Kelembagaan pada tahun 2015, antara lain mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK atas audit Laporan Keuangan tahun 2014, yang telah diraih secara berturut-turut selama tujuh tahun sejak tahun 2008, kemudian meraih penghargaan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2015 Terbaik I dalam kategori Implementasi Penilaian Kinerja Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian. Buyung N