Indonesia Butuh Industri Komponen Kapal

0
97

Indonesia membutuhkan investasi di industri komponen kapal laut seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan kapal laut dan bergairahnya industri galangan kapal di dalam negeri.

“Industri galangan kapal di dalam negeri perkembangannya cukup bagus. Namun kami masih ketinggalan dalam dukungan industri komponennya,” papar Wakil Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Nyoman Sudiana, di pembukaan  Pameran INAMARINE, di Jakarta, Rabu (18/05).

Menurutnya, langkah awal yang bisa dilakukan adalah melakukan assembling dari dalam negeri sehingga menambah jumlah tenaga kerja yang terlibat, kedua juga, skill atau pengetahuan mereka. “Selama ini industri komponen itu belum tumbuh makanya kita tergantung pada komponen impor,” ungkapnya.
Nyoman menyarankan pemerintah agar secara bertahap perusahaan komponen asing mau bekerjasama dengan perusahaan galangan kapal lokal untuk melakukan assembling.

Menanggapi hal itu, Plt Direktur Industri Permesinan dan Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian. Arus Gunawan, mengatakan kalau pemerintah saat ini terus mendorong tumbuhnya industri komponen kapal di dalam negeri.

“Kami terus berusaha meningkatkan industri komponen kapal dengan menggunakan berbagai fasilitas yang dimiliki pemerintah,” ujarnya.

Menurut Arus, dengan berbagai fasilitas yang ada saat ini, Indonesia sebenarnya sudah mampu memproduksi sekitar 60 persen komponen kapal laut, “ Kita sudah bisa membuat radar, komponen lainnya yang dibutuhkan industri kapal. Sekitar 60 persen kebutuhan komponen sudah bisa kita produksi,” ujarnya.

Sementara itu Dirut PT Gem Indonesia, Baki Lee menjelaskan Industri maritim merupakan salah satu sektor dan aset negara yang paling berpengaruh terhadap kemajuan ekonomi nasional. Semua ini tidak luput dari pasar bebas Asia yang kemudian mempengaruhi minat investor asing untuk bekerjasama membangun industri maritim serta teknologi perkapalan.

Luas wilayah laut Indonesia mencapai tiga per empat dari seluruh wilayah Indonesia. Selat Malaka dan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) secara umum merupakan jalur perdagangan strategis yang dilalui kapal-kapal perdagangan dunia dengan volume perdagangan mencapai 45 persen dari total nilai perdagangan seluruh dunia.

“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara paling potensial dan berpengaruh dalam sektor industri maritim, mengingat pemerintah sedang berfokus pada tol laut,” katanya.

Dijelaskan, investasi untuk membangun 188 kapal dilakukan dalam tiga tahap, yakni Rp 3,3 triliun untuk tahun 2015, Rp 4,4 triliun untuk tahun 2016 dan Rp 4,1 triliun untuk tahun 2017. Jenisnya meliputi: kapal patroli, ro-ro, container dan kapal ternak. Untuk kenavigasian ada kapal induk perambuan dan kapal pengamat perambuan.

Untuk mendukung industri maritim dan komponennya, digelar INAMARINE 2016 yang merupakan pameran teknologi & peralatan perkapalan, shipyard, offshore, pelabuhan, coating, cat, pengelasan dan Logistik.

Pameran INAMARINE 2016 digelar bersamaan dengan pameran INAGREENTECH 2016, INACOATING 2016 dan INAWELDING 2016. Buyung N