Demi Stabilisasi Harga Daging

0
158

Demi tercapainya harga daging sapi Rp80.000/kg, pemerintah benar-benar panik dan melakukan apa saja. Bahkan, menabrak aturan pun tidak sungkan. Tidak saja Kementerian Pertanian, tapi juga Kementerian Perdagangan sama-sama gerah melihat harga daging yang tak kunjung turun seperti yang dikehendaki Presiden Joko Widodo.

Bahkan, untuk menekan harga daging, Menteri Pertanian Amran Sulaiman tak sungkan menggandeng PT Indoguna Utama dan PT Suri Nusantara Jaya (SNJ). Pada Kamis (16/06/2016) Amran melakukan kunjungan ke gudang SNJ di kawasan Cibubur, Jakarta Timur dan hari Jumat (17/06/2016), berkunjung ke gudang Indoguna Utama.

Asal tahu, perusahaan yang dikunjungi Mentan ini sebenarnya pernah bermasalah dalam bisnis daging. PT Indoguna Utama, misalnya, terlibat kasus gratifikasi untuk mendapatkan kouta impor daging beberapa tahun lalu. Sementara SNJ, sekitar satu bulan lalu, tiga kontainernya terpaksa disegel Badan Karantina Pertanian karena diduga tidak memiliki dokumen impor yang lengkap. Entah bagaimana kasus ini seolah menguap begitu saja. Jangankan terkena kebijakan re-ekspor, yang ada perusahaan malah digandeng pemerintah untuk operasi pasar.

Sebelum berkunjung ke SNJ, Amran terlebih dahulu mengumpulkan sekitar 30 importir daging di Kementan. Dalam pertemuan itu, Amran minta para importir mengeluarkan stok daging yang ada di gudang masing-masing. “Saya minta stok ini digelontorkan untuk kebutuhan operasi pasar jelang Hari Raya Lebaran. Diharapkan, masyarakat memperoleh akses lebih luas untuk memperoleh harga daging setara atau di bawah Rp80.000/kg,” katanya.

Stok daging sapi beku yang ada di gudang 30-40 importir mencapai 6.110 ton atau setara dengan 35.000 ekor sapi hidup. Dalam hitungannya, volume sebesar itu dapat mengisi kebutuhan operasi pasar (OP) selama dua pekan ke depan. “Nanti, daging sapi itu akan dapat dijual dengan harga Rp80.000, Rp78.000 dan Rp76.000/kg. Mereka mengaku sudah meraup untung Rp10.000/kg,” ujar Mentan.

Menurut Amran, secara teknis daging sapi tersebut akan didistribusikan melalui Toko Tani Indonesia (TTI) dan Perum Bulog atau importir melakukan OP tersendiri. SNJ, comtohnya. Mereka akan mendistribusikan daging sapi ke TTI sebanyak 32 titik seharga Rp78.000/kg. Jenis daging sapi yang dijual adalah CL90 (90% daging: 10% lemak).

Buka stok

Mentan mengatakan, untuk menstabilkan harga daging di pasaran, pemerintah juga membuka kembali rekomendasi impor kepada pihak swasta sebanyak 10.000 ton. Prioritas importir yang mendapat jatah ini adalah importir yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pengolahan dan Pengguna Daging Skala Menegah Kecil dan Rumah Tangga (Aspedata) Indonesia.

Dengan adanya izin impor ini, pemerintah berharap anggota Aspedata akan mengeluarkan seluruh stoknya dari gudang untuk menstabilkan harga di pasaran.

Pemerintah, kata Amran, akan membuka pintu impor daging lebar-lebar untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran yang saat ini masih tinggi. Salah satu langkah terbaru adalah Kementan mengeluarkan rekomendasi impor kepada pihak swasta yang tergabung dalam Aspedata.

Sehubungan dengan penambahan impor daging itu, Amran minta 35 pengusaha importir daging untuk mengeluarkan stok mereka selama dua minggu ini dan sebagai gantinya pemerintah memberikan izin impor 10.000 ton.

Ketua Umum Aspedata Indonesia, Budi Mulyono mengatakan, SNJ akan mengeluarkan stok daging beku sebanyak 650 ton. Indoguna Utama akan mengeluarkan stok sekitar 1.000 ton.

Dia mengatakan, anggota Aspedata akan menjual daging beku tersebut langsung ke pasar dan di sejumlah titik Toko Tani Indonesia (TTI). Yang diutamakan untuk saat ini adalah di wilayah Jabodetabek.  “Kalau untuk impor, kami akan mengimpornya dari Australia dan New Zealand,” ujarnya.

Namun, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi), Thomas Sembiring membantah jika anggota Aspedata saja yang mengeluarkan daging beku ke pasaran.  Menurutnya, sejumlah anggota Aspidi, seperti Indoguna, Anzindo dan PT Bina Mentari Tunggal juga hadir dalam pertemuan itu.

Menurut Thomas, dia hadir dalam pertemuan dengan Mentan tersebut dan topik pembicaraan adalah pemerintah meminta semua importir yang mampu membantu operasi pasar untuk menstabilkan harga daging. “Pak menteri berjanji bila para importir ini butuh tambahan kuota, Kementan akan mengeluarkan rekomendasi impor,” tegasnya.

Dia mengatakan, dalam pertemuan itu ada banyak anggota asosiasi lain yang hadir seperti anggota Aspidi, anggota Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indonesia (APPHI) dan Aspedata.

Aspedata sendiri merupakan pemain baru di bisnis impor daging. Asosiasi ini mulai muncul sekitar tahun 2011. Thomas membantah dan menyatakan tidak benar bila hanya anggota Aspedata yang mengeluarkan stok untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran.

Obral ijin impor

Yang jelas, pemerintah benar-benar mengobral ijin impor daging. Tidak heran, tak hanya pemain lama, tapi pendatang baru pun bisa mengantongi ijin. Bahkan, pemberian ijin impor 27.400 ton kepada 10 perusahaan yang diberikan Kementerian Perdagangan memicu “kemarahan” pemain lama untuk juga minta jatah impor.

Hal itu terbukti ketika Asosiasi Pengusaha Protein Hewani Indoneia (APPHI) mendapat jatah kuota impor setelah memprotes Kemendag. Direktur Eksekutif APPHI, Noverdi Bross mengatakan, APPHI mendapat jatah impor daging jenis secondry cut dan offal (jeroan) sebanyak 18.300 ton. “Kami diberikan jatah setelah melakukan protes lewat pesan singkat kepada Sekjen Perdagangan dan Menteri,” katanya kepada Agro Indonesia.

APPHI protes karena pemerintah memberi ijin impor daging kepada importir yang selama ini bukan pemain daging. Setelah protes tersebut, APPHI bertemu dengan Menteri Perdagangan. “Dalam pertemuan itu kami ditawari mau impor berapa banyak. Akhirnya kami sepakati sekitar 18.300 ton untuk 7 anggota, di antaranya PT Inti Boga dan PT Bumi Ayu.”

Bahkan, kata Bross, dalam pertemuan dengan Mentan Amran, Kamis (16/06/2016), pemerintah malah memberi tambahan impor lagi sebanyak 10.000 ton. Pemberian izin impor daging ini sebagai konpensasi bagi pengusaha yang mengeluarkan stok daging yang ada di gudang guna memenuhi kebutuhan menjelang lebaran.

Pertanyaannya, bagaimana pemerintah menjanjikan offal dan daging potongan sekunder unutk importir swasta, mengingat potongan sekunder monopoli BUMN/D sementara offal terlarang?  Bross mengungkapkan, pemerintah akan melakukan revisi terhadap aturan tersebut.

Menyinggung mengenai daging murah yang dijual dalam OP, Bross mengaku terjadi karena yang dijual hanya daging jenis CL. Jika daging berkualitas, harganya tidak bisa murah. “Sebagian besar daging yang dijual dengan harga murah itu adalah jenis CL (chemical lean) yang lemaknya cukup banyak. Hanya jenis daging ini lah yang bisa murah,” tegasnya.

Daging jenis CL ini semestinya tidak bisa dijual di pasar becek karena jenis daging itu adalah untuk industri. ”Saya dengar aturannya juga akan direvisi,” tegasnya.

Gandeng Polsek

Masalah ini dibenarkan oleh oleh Dirut PT Indoguna Utama, Juar Effendi. Menurutnya, Mentan Amran secara lisan mengatakan sudah mencabut Permentan yang melarang daging industri masuk pasar becek. “Meskipun secara lisan Menteri sudah mengatakan akan merevisi aturan itu, namun kami tidak bisa menjual bebas. Kami memilih OP bersama Polsek-Polsek yang ada,” katanya, ketika mendamping Mentan meninjau OP di Polsek Metro Duren Sawit, Jakarta Timur.

Effendi mengatakan, Indoguna menyiapkan stok 1.000 ton daging beku — yang seharusnya dipakai untuk bulan depan — untuk digelontorkan ke pasar dalam dua pekan ke depan. “Ini untuk dua minggu saja, gelontori 1.000 ton. Katanya kan mau diganti stoknya oleh Mentan (lewat izin impor baru, Red.),” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk membantu memuluskan target pemerintah dalam menekan harga daging tersebut, perusahaannya menargetkan bisa berkontribusi dengan membuka 30 titik penjualan langsung. “Kita sekarang baru 6 titik. Besok kita harapkan meningkatkan sampai 30 titik sampai 1.000 ton keluar semua. Untuk kuartal kedua kita ajukan 13.000 ton, sekarang dalam proses,” tegasnya.

Untuk operasi pasar ini, PT Indoguna Utama akan melepas stok daging jenis CL95, yang akan disebar di Jakarta dan Tanggerang. “Saat ini kami baru membuka 6 titik. Lima dengan Polsek di wilayah Tanggerang dan 1 dengan Polsek Duren Sawit,” tegasnya. Jamalzen