Dikaji, Swasta Impor Daging India

0
116

Kebijakan stabilisasi harga daging sapi dalam negeri terbukti gagal. Sampai kini, harga daging sapi tak bisa turun di bawah Rp100.000/kg. Padahal, kebijakan “riskan” membebaskan impor daging kerbau dari India, yang belum bebas PMK, sudah ditempuh. Kini, pemerintah berencana membolehkan swasta ikut impor daging India untuk menyeret turun harga. Peternak rakyat pun diambang kehancuran.

Perlahan tapi pasti, kebijakan tataniaga produk hewan (daging) makin menjauhi, kalau  bukan mengancam, peternakan rakyat. Dibukanya kran impor daging kerbau dari India, yang sampai kini tercatat sebagai negeri belum bebas penyakit mulut dan kuku (PMK) yang berbahaya, juga tidak mampu mencapai target Presiden Joko Widodo agar daging sapi bisa Rp80.000/kg.

Padahal, ini yang menyesakkan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Pemda DKI juga sudah membuat pilot project pemangkasan rantai distribusi perdagangan daging sapi dengan melibatkan PD Pasar Jaya dan PD Dharma Jaya. Namun, kerjasama yang sangat baik ini entah bagaimana nasibnya. Yang ada, harga daging sapi tak juga turun.

Anehnya, bukannya mengkaji apa saja penyebab kegagalan menurunkan harga daging sapi dari serangkaian kebijakan yang telah diambil, pemerintah malah bakal membuat kejutan baru.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Sri Mukartini mengaku sudah mendapat tembusan surat Menteri Perdagangan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Isinya? Meminta kajian kemungkinan revisi PP No. 4/2016. PP ini tak lain pintu masuk yang dipakai Bulog mengimpor daging kerbau/sapi dari negara yang belum bebas PMK. Nah, pintu masuk ini yang akan direvisi dengan tujuan “membuka akses lebih luas bagi importir selain Bulog agar dapat mengimpor daging kerbau dari India,” ujar Sri Mukartini di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) kontan mengecam keras rencana ini. Apalagi, impor daging India diakui sudah memukul peternak rakyat. Harga sapi hidup peternak turun, meski harga daging di pasar tetap tinggi — anomali yang patut dicurigai.

“Peternak sapi lokal mulai merasakan dampak negatif impor daging kerbau dari India. Saat ini, harga jual sapi hidup turun antara Rp1.000 sampai Rp3.000/kg berat hidup,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PPSKI, Teguh Boediyana. Atau pemerintah lebih suka peternak rakyat gulung tikar? AI