Tumbuhkan Wirausaha Baru, Kemenperin Gandeng HIPPI

0
159

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) untuk menumbuhkan wirausaha baru IKM sebanyak 20.000 orang hingga tahun 2019 nanti. Kerjasama itu dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahamanan antara Ditjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) dan HIPPI di Jakarta, Selasa (6.12).

“ Dalam upaya pengembangan dan pembangunan wirausaha industri, khususnya IKM, Kemenperin akan menerapkan seleksi wirausaha yang dinilai cukup berhasil dan kemudian diberikan fasilitasi peningkatan mutu dan standardisasi,” ujar Menperin Airlangga Hartarto, ketika memberikan sambutannya pada penandatanganan MOU itu, .

Selain itu, ungkapnya, dari sisi produk, agar kualitas produk dalam negeri terjamin standar dan mutunya, Kemenperin akan melakukan pembinaan terhadap IKM dalam bentuk pemberian fasilitasi yang meliputi bimbingan penerapan  dan pelathan produk, optimalisasi mesin, pemberian izin usaha, pengembangan produk, perlindungan hasil karya dan bantuan informasi pasar.

Sementara itu Dirjen IKM Kemenperin, Gati Wibawaningsih, menjelaskan, salah satu upaya yang akan dilakukan Ditjen IKM untuk menumbuhkan wirausaha baru adalah dengan mendorong IKM untuk bertransaksi di e-commerce karena cara itu akan memperpendek rantai pasok antara produsen dengan konsumen.

“Sehingga diharapkan tidak ada lagi broker, jadi memudahkan orang yang ingin kerja sama dengan IKM kita,” paparnya.

Menurut Gati, penumbuhan wirausahawan baru sangat diperlukan bagi peningkatan perekonomian nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Dia mencontohkan berbagai negara yang ekonominya maju karena  IKM di negara itu yang berkembang dengan baik.

Dia juga menyebutkan kalau dalam program penumbuhan wirausahawan baru ini, sementara  akan diprioritaskan antara lain untuk sektor usaha pangan, perikanan dan kerajinan.

Ketua Umum HIPPI Suryani SF Motik menyambut baik upaya pemerintah untuk menumbuhkan 20.000 wirausaha IKM yang baru. “. Tentunya, kami akan dukung penuh upaya menumbuhkan wirausahawan baru ini,” ujarnya.

Menurut Suryani, pemerintah perlu memberikan perhatian lebih kepada pelaku IKM dalam negeri karena menjadi tulang punggung perekonomian nasional. “Makanya, kami mendukung program e-smart IKM yang sedang dibangun Kemenperin,” katanya.

Saat ini, IKM telah banyak memanfaatkan e-commerce terutama mereka yang generasi muda. “Nah, yang untuk pelaku IKM usia 50 tahun ke atas perlu diperhatikan lagi karena banyak yang gaptek (gagap teknologi) untuk diberikan edukasi biar bisa ‘naik kelas’,” tutur Suryani.

Berdasarkan catatan Kemenperin, hingga tahun 2014, jumlah unit usaha IKM mencapai 3,5 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 9 juta orang.

Dari jumlah IKM tersebut, nilai tambah yang diberikan sebesar Rp 222 triliun serta kontribusi PDB IKM terhadap PDB industri nasional sebesar 34.56 persen pada tahun 2014.  buyung